Jakarta, beritaterkini.co.id – Komisaris PEMBARI, KH Aqil Siradj menerima Direksi Pembari di Jakarta, (30/8/2019). Dalam pertemuan tersebut Ketut MB Suardhana melaporkan persiapan pembangunan Bandara Bali utara seperti pembuatan Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) , Basic disain dikerjakan oleh PT. Atelier enam. Sementara itu BUMN PT. Danareksa Capital sedang menyiapkan dokumen Financial dan komersialnya.

“BUMN PT. Angkasa Pura dengan suratnya tertanggal 08 Mei 2019 juga telah menyatakan keseriusannya sebagai kandidat konsorsium operator Bandara Batara,” katanya usai pertemuan tersebut. Pada kesempatan tesebut KH.Aqil Siradj kembali mengingatkan agar dalam pembangunan nanti benar-benar tidak menggusur tempat ibadah seperti pura , mesjid, gereja dan tempat ibadah lainnya serta memberikan manfaat seluas luasnya kepada penduduk setempat.

Baca Juga :  Indonesia Jadi Tuan Rumah Pemilihan Presiden Asia Rugby

Sedangkan Desa adat Kubutambahan melalui perjanjian tertulis dihadapan notaris pada 22 Oktober 2018 juga telah menyatakan ikut bergabung menjadi anggota konsorsium pembangunan. Seperti diketahui sebelumnya pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI pada 21 Desember 2017, berdasarkan surat dari PEMBARI telah menetapkan titik koordinat bandara baru berada di lokasi lahan desa adat Kubutambahan dengan luas kurang lebih 400 ha.

Baca Juga :  Baru Menjabat Seumur Jagung, PA 212 Tantang Menag Fachrul Razi Mengundurkan Diri

Lahan tersebut sudah cukup untuk membangun satu landasan pacu dan terminal yang berkapasitas sekitar 20 juta penumpang pertahun. “Dengan demikian akan memberikan dampak positip terhadap hunian kamar hotel yang saat ini terkesan kekurangan tamu dengan perang tarif murah,” bebernya. tim

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here