Denpasar, beritaterkini.co.id – Tingginya permintaan konsumen terhadap produk organik dewasa ini ditanggapi serius oleh Founder PT Bali Cahaya Amerta, Ir. Ketut Gede Yudantara. Lewat tangan dingin pengusaha perkebunan dan otomotif asal Desa Lebih, Gianyar ini, telah sukses mengolah brand produk teh unggulan “Brew Me” yang terus memperluas jangkauan usaha dengan berbagai inovasi dan konsep baru, agar tetap mampu bersaing menembus pasar dunia. Terbukti baru memasuki hari jadi ke-3 PT Bali Cahaya Amerta yang dirayakan di Restoran Brew Me yang terletak di Jalan ByPass Sanur, Denpasar, Senin (30/9/2019) malam menunjukan pencapaian usaha yang sangat gemilang. Dalam periode yang terbilang singkat itu, Yudantara mampu mengolah beberapa keunggulan produk Brew Me yang tidak dimiliki produk lain, serta menjadikan Brew Me bisa menembus pasar dunia.

“Pencapaian kami ini mungkin lebih cepat dari perkiraan, sebab produk kami memiliki aroma khusus, punya tea master, branding yang bagus dan harga besaing, banyak produk teh dengan high quality tapi dijual dengan harga murah, itu yang membuat saya sedih. Tapi produk kami sudah diterima lebih dari 200 hotel bintang lima di Bali yang menjadi andalan pencapaian kami sudah cukup bagus,” ujarnya saat perayaan ultahnya yang ke-65 tahun sekaligus hari jadi pertama Restoran Brew Me, seraya menambahkan dalam lima tahun ke depan potensi produk Brew Me akan bisa menyaingi brand luar negeri. “Menurut saya, kualitas kami bisa lebih bagus dan harga bisa lebih di bawah, karena kami local company. Untuk itu, tahun depan kami akan konsen pada distributor dan pasar internasional, karena permintaan sebenarnya sudah ada hanya ketersediaan produk saja yang belum mencukupi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ditjen Pajak Akan Kejar Artis dan YouTuber yang Pamer Saldo Rp 1 Miliar

Pada kesempatan itu, Presiden Direktur PT Bali Cahaya Amerta, Lodegasi Lindely menambahkan, Brew Me Tea sendiri menawarkan konsep inovasi baru dalam industri teh. Ini menciptakan penemuan baru dalam hal rasa, warna serta aroma. Produk teh organik unggulan ini juga menawarkan berbagai rasa dan jenis serta dari konsep produk hingga pengiriman barang. “Produk kami memiliki rasa dan aroma khusus, sehingga tidak dimiliki produk lain dan dalam hal pendistribusian kami memastikan bahwa setiap kebijakan dan prosedur, sistem dan proses harus memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan kami,” ujarnya sekaligus ditambahkan, Co-Founder PT Bali Cahaya Amerta selaku Founder Brew Me, Ni Putu Yudia Ayu Dewintasari menegaskan usahanya juga memiliki kepedulian terhadap linkungan serta isu-isu yang berkaitan dengan alam.

“Kami sebagai company tidak semata-mata mencari profit saja, tapi juga konsen dan peduli dengan lingkungan dengan anggapan bahwa segala sesuatu harus kita kembalikan kepada alam. Seperti packaging kami sudah menggunaka recycle bag, recycle paper dan berusaha mengurangi penggunaan bahan plastik. Jadi bisa dibilang kami itu sebenarnya eco-friendly business,” tegasnya sembari menyebutkan ingin mengembangkan produk lainnya lagi, sekaligus akan membawa produk Indonesia agar lebih bersaing di pasar dunia. Apalagi sudah mempunyai buyer dari luar negeri, seperti Singapura Hongkong bahkan sampai ke Paris. “Harapan kami bisa lebih berkembang ke beberapa pasar internasional, sekaligus memperkenalkan produk Indonesia,” tandas Ayu. Seperti diketahui, brand “Brew Me” sendiri bisa diartikan “Seduh Saya”, itulah salah satu nama brand produk olahan teh organik lokal Bali yang kini menembus pasar dunia.

Baca Juga :  Kanwil DJP Bali Gelar Tax Gathering, Mengusung Tema “Semeton Bali Ngiring Dukung Reformasi Perpajakan”

Produk teh Brew Me ini diproduksi oleh PT. Bali Cahaya Amerta dari perusahaan yang memiliki perkebunan seluas 50 hektar di Desa Angseri dan Mayungan, Baturiti, Tabanan dengan 30 hektar sudah menjadi kebuh teh organik yang pertama di Bali. Uniknya lagi, Brew Me ingin membawa produk teh organik asli Bali ini dari kebun ke cangkir. Dijelaskan produk unggulannya speciality, karena mempunyai teh yang berkwalitas tinggi dari perkebunan organik berupa black tea, green tea sampai dengan white tea. “Artinya kita sudah punya produk ini sudah beredar sejak tahun 2016. Hanya saja baru diresmikan sekarang dan baru bisa dinikmati di Brew Me Fine Blend dan sudah ada di Pulau Bali,” sebut Direktur PT Bali Cahaya Amerta Tjokorda Alit Darma Putra, SH. (5412)

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here