Badung, beritaterkini.co.id – Digitalisasi layanan kesehatan, terutama di rumah sakit yang merawat pasien gawat darurat dan paska-operasi, merupakan kebutuhan yang mendesak sejalan dengan upaya rumah sakit dalam memenuhi peningkatan permintaan layanan kesehatan tanpa mengorbankan kualitas perawatan dan keselamatan pasien. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Daerah Bali, dr. Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., Dalam diskusi yang bertema ‘Tantangan Teknologi Kesehatan Menuju Digitalisasi Pelayanan Kesehatan’ di Hotel Intercon Jimbaran, Rabu (30/10/2019).

dr. Patra menambahkan bahwa Peran rumah sakit swasta memang lebih banyak dari 67 jumlah rumah sakit yang ada di Bali, Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata favorit juga memiliki peluang untuk mengembangkan potensi wisata kesehatan dimana wisatawan yang datang bisa memamfaatkan layanan kesehatan rumah sakit yang ada di Bali.

“Selama ini, konsep layanan seperti wisata kesehatan ini berjalan sendiri-sendiri dimasing-masing rumah sakit swasta, karena seperti biasa regulasi muncul setelah ada layanan,
jadi kami mendorong supaya dibuatkan satu regulasi bahwa kalau mau mengambil satu layanan wisata kesehatan persyaratan sebuah rumah sakit itu seperti apa, kedepannya kami juga berharap ada komite di bidang kesehatan, karena seperti di beberapa negara lain komite inilah yang mempromosikan kemampuan layanan yang ada seperti apa, kemudian informasi kelengkapan yang ada seperti apa, jadi kami dirumah sakit hanya fokus pada pelayanan,” tutupnya.

Ket foto : Presiden Direktur Philips Indonesi Pim Preesman

Sementara itu, Presiden Direktur Philips Indonesi Pim Preesman menjelaskan bahwa digitalisasi layanan kesehatan, terutama di rumah sakit yang merawat pasien gawat darurat dan paska-operasi, merupakan kebutuhan yang mendesak sejalan dengan upaya rumah sakit dalam memenuhi peningkatan permintaan layanan kesehatan tanpa mengorbankan kualitas perawatan dan keselamatan pasien. Di Indonesia pun demikian. Perawatan akut paling banyak diasosiasikan dengan jumlah kesalahan medis tertinggi. Hampir semua pasien ICU berpotensi terancam keselamatan jiwanya selama masa perawatan mencapai 78% akibat kesalahan medis yang serius. Pengambilan keputusan dan diagnosis juga lebih sulit dalam perawatan kritis karena kerentanan pasien yang dapat memiliki komorbiditas dan kondisinya dapat memburuk dengan cepat.

Baca Juga :  Warga Kenakan Pakaian Adat 33 Provinsi Dan Sepeda Ontel Akan Antar Pasangan Ike Edwin-Zam Daftar KPU Hari Ini

“Kami senang menandai perkembangan signifikan dalam digitalisasi pengobatan pasien di Indonesia bersama Rumah Sakit Kasih Ibu di Bali. Dengan solusi IntelliSpace Critical Care and Anesthesia (ICCA) dan IntelliVue Guardian Software (IGS) milik Philips, kami memadukan sistem pemantauan pasien dengan teknologi terhubung untuk memberi konsistensi dalam perawatan pasien, transisi pasien yang mulus dan hasil yang lebih baik. Kami berkomitmen untuk membantu rumah sakit di seluruh Indonesia menerapkan teknologi connected care sebagai upaya membantu pasien dan tenaga medis,” ujar Pim Preesman.

Pim Preesman juga menambahkan bahwa Dengan adanya Philips memperkenalkan sistem IntelliSpace Critical Care and Anesthesia (ICCA) dan Philips IntelliVue Guardian Software (IGS), sebagai bagian dari solusi perawatan terkoneksi (connected care) Philips yang bertujuan untuk memastikan kelancaran perawatan dan alur Informasi yang lebih tepat waktu antara pasien dan tenaga profesional kesehatan sebagai pihak yang menyediakan perawatan. Kedua solusi yang diterapkan bersama ini akan membentuk tulang punggung digital bagi Rumah Sakit Kasih Ibu dan membantunya meningkatkan hasil akhir dan pengalaman pasien dengan biaya lebih rendah dan kepuasan tenaga profesional kesehatan.

Ket foto : Salah seorang Clinical Aplication Budi Rismawan saat menjelaskan Early Warning Systems pada sistem IntelliSpace Critical Care and Anesthesia (ICCA) dan Philips IntelliVue Guardian Software (IGS).

Philips IntelliSpace Critical Care and Anesthesia adalah merupakan pendukung pengambilan keputusan medis terdepan dan solusi dokumentasi otomatis yang menyediakan analitik, manajemen perawatan dan pelaporan terintegrasi sepanjang siklus perawatan di ICU. Sistem ini memusatkan dan mengorganisir data pasien, termasuk dokumen admisi rumah sakit, tanda-tanda vital pasien, hasil lab, dan data konsultasi yang membantu mentransformasi data pasien menjadi input tindakan medis serta memungkinkan konektivitas antara alat-alat medis di ICU untuk memberikan hasil yang lebih baik.

Baca Juga :  Danlanal Tegal Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal

Presiden Kasih Ibu Hospital Group, Krishnawenda Duarsa menjelaskan Rumah Sakit Kasih Ibu memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan rumah sakit pintar (smart hospital). Sehingga pemanfaatan inovasi teknologi kesehatan sangat disiapkan dengan baik sesuai harapan dari masyarakat terlebih kini pasien tidak saja domestik namun sudah banyak dimamfaatkan wisatawan asing. “Kami percaya bahwa investasi pada solusi kesehatan ini akan meningkatkan kualitas jasa dan perawatan pasien, memungkinkan tim medis kami untuk lebih fokus menyediakan perawatan yang benar pada saat yang tepat, demi mendorong peningkatan hasil perawatan pasien yang lebih baik dan operasional rumah sakit yang lebih efisien,” jelasnya.

Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) merupakan perusahaan teknologi kesehatan terkemuka yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat dan memungkinkan hasil yang lebih baik di sepanjang rangkaian layanan kesehatan, mulai dari gaya hidup sehat dan pencegahan, diagnosis, pengobatan hingga perawatan di rumah. Philips memanfaatkan teknologi canggih serta pemahaman mendalam secara klinis maupun mengenai konsumen untuk memberikan solusi yang terintegrasi. Perusahaan yang bermarkas besar di Belanda ini adalah pemimpin dalam pencitraan diagnostik, terapi dipandu citra, pemantauan pasien dan informatika kesehatan, serta kesehatan konsumen dan perawatan di rumah. Pada 2018, Philips mencapai penjualan sebesar EUR 18,1 miliar dan mempekerjakan sekitar 78.000 karyawan dengan penjualan dan layanan pada lebih dari 100 negara. Berita tentang Philips dapat ditemukan di www.philips.com/newscenter.(wan)

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here