JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan jika pernyataan Menteri Agama, Fachrul Razi soal celana nongkrong bagian dari upaya penegakan disiplin.

“Itu dalam rangka disiplin saja, penegakan disiplin. Pemerintah itu kan ada aturannya, ada aturan pakaian seperti apa, kalau dia tentara perempuan, polisi perempuan itu harus seperti apa, kemudian pegawai negeri seperti apa,” kata Ma’ruf kepada wartawan di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (01/11/2019).

Ia juga menegaskan jika radikalisme merupakan salah satu konsen pemerintahannya dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga :  KANWIL KUMHAM JABAR Beaerta Jajaranya Terima Penguatan Analisis Beban Kerja dari Biro Perencanaan

Menurut Ma’ruf, radikalisme berpotensi dapat merusak keutuhan bangsa.

“Soal radikalisme, saya kira memang sudah menjadi komitmen semua pihak untuk menangkal radikalisme, apakah radikalisme ideologis atau bisa juga radikalisme separatis. Saya kira itu memang kalau dibiarkan akan merusak keutuhan bangsa,” jelasnya.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi mengatakan pemerintah sedang mengkaji larangan bercadar di instansi pemerintah. Selain itu, dia menyinggung soal penggunaan celana cingkrang.

Fachrul menyebut instansi pemerintah sudah mempunyai aturan-aturan, termasuk tata cara berpakaian. Dia meminta seluruh pegawai di instansi pemerintah, khususnya Kemenag, mengikuti aturan itu.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Penanganan Banjir, Istana Tak Undang Anies Baswedan

“Kemudian masalah celana-celana cingkrang, itu tidak bisa dilarang dari aspek agama, karena memang agama pun tidak melarang. Tapi dari aturan pegawai bisa, misalnya di tentara, ‘Kamu celana kamu kok tinggi begitu? Kamu lihat kan aturan pimpinan di tentara gimana? Kalau kamu nggak bisa ikuti, keluar kamu!’,” ujar Fachrul saat menyampaikan pemaparan di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here