JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Pengamat politik Rocky Gerung memprediksi bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto akan menjadi mentari pertama yang akan diganti Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung saat menjadi bintang tamu dalam acara ‘Rosi’ yang diunggah channel YouTube KOMPASTV, Kamis (31/10/2019).

Mulanya, Rocky memberikan kritik pedas terhadap susunan Kabinet Indonesia Maju yang baru saja dilantik pada Rabu (23/10/2019) lalu. Rocky menyebut kabinet baru era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai kabinet dempulan.

“Kata yahud aja enggak cukup apalagi bilang enggak yahud,” ucap Rocky.

Bahkan Rocky melihat jika komposisi kabinet Presiden Jokowi berusaha untuk saling amputasi satu dengan yang lain.

“Tampilan awal kabinet ini mempertontonkan gerakan saling amputasi di antara menteri itu,” kata Rocky.

Melanjutkan, Rocky lantas menyebut kemungkinan kabinet Jokowi-Ma’ruf tetap utuh hingga akhir masa jabatan, lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tunjuk Luhut Gantikan PLT Menhub Budi Karya Sumadi

“Terutama lima tahun ke depan kalau sampai lima tahun ya,” kata Rocky.

Rocky Gerung kemudian melihat posisi Prabowo dalam Kabinet Indonesia Maju yang sangat dominan dan mendapatkan sorotan publik. Sehingga hal itu kata Rocky bisa mengakibatkan munculnya dua matahari dalam kekuasaan Presiden Jokowi.

“Dan itu akan menimbulkan kecemburuan, akan mulai ada dua matahari. Loh Prabowo kasih postur in optimal forma hari ini, bukan saya bunyi, tapi saya mau gambarkan itu.”

Rocky juga menyinggung soal persaingan antara Mahfud MD dan Prabowo yang berada dalam satu kementerian koordinator.

“Dan itu bisa menimbulkan semacam waduh mulai ada intrik lagi nih, belum apa-apa udah timbuh kesan ada persaingan antara Menko Polhukam dengan Menteri Pertahanan,” imbuh Rocky.

Baca Juga :  Sandiaga Uno Diajak Audy Joinaldy ke Sumbar untuk Lihat Potensi Pariwisata dan Ekonomi

“Pak Mahfud sampai mengalami delirium istilah psikiatrinya, gugup dan gagap untuk menerangkan ide yang sederhana di kepala dia terus menerus, ucap Rocky menambahkan.

Ia lantas menyinggung soal kemungkinan adanya pembentukan kekuasaan (power building) oleh Prabowo.

“Lalu kemudian diisukan Prabowo bikin power bulding segala macam, loh begitu Prabowo terlihat membuat power building dia yang akan di-reshuffle pertama itu. Jadi publik itu dibawa semacam dibawa ke imajinasi yang semakin lama semakin liar,” tegas dia.

Lebih lanjut, Rocky memberikan imbauannya pada Jokowi.

“Padahal programnya satu adalah indeks demokrasi turun karena Jokowi tidak mengerti bahwa demokrasi tidak memerlukan persatuan, demokrasi memerlukan kemampuan mengelola perbedaan,” ujar Rocky.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here