DENPASARBERITATERKINI.co.id – Pembina Jaringan Reformasi Rakyat (JARRAK), Irjen (Purn) I Ketut Untung Yoga Anna menyambut baik pelantikan Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal (Purn) Tito Karnavian yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Ia mengatakan ada sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan Idham Azis ke depan, terutama pasca pelaksanaan Pemilu 2019 dimana kondisi keamanan belum sepenuhnya stabil.

“Harus diakui jika usai pelaksanaan Pemilu 2019 situasi keamanan belum sepenuhnya kondusif. Ini tentu menjadi salah satu tugas Kapolri agar potensi gangguan keamanan bisa dicegah,” kata dia kepada Beritaterkini, Minggu, (03/11/2019).

Baca Juga :  PERGANTIAN PIMPINAN DALAM ORGANISASI DORONG PERUBAHAN, PENCAPAIAN TARGET, KONSISTENSI DAN KESTABILAN KERJA

Selain itu ancaman gerakan radikalisme dan sikap intoleransi menurut dia juga harus dibereskan Kapolri bersama sejumlah instansi lain.

“Tetapi skema pemberantasan gerakan radikalisme harus dilakukan dengan tetap menjunjung aspek Hak Asasi Manusia (HAM),” tegas mantan Kapolda NTT tersebut.

Ia juga meminta agar Kapolri memang sinergi dengan sejumlah lembaga lainnya, baik eksekutif, legistatif dan yudikatif dalam upaya menjamin Kamtibmas, memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat dan pelayanan masyarakat sebagai langkah ultitum remidium.

Baca Juga :  Didemo HAM Indonesia, Kejagung Siap Lanjutkan Kasus Sarang Burung Walet Novel Baswedan

“Kesadaran dan ketaatan hukum serta keterpanggilan setiap aparat maupun masyarakat dalam upaya-upaya menjaga ketertiban umum, dan penegakan hukum sangat diharapkan dalam menghadapi ancaman maupun serangan pelanggar hukum sesuai klasifikasinya,” terang mantan Wakil Inspektur Pengawasan Umum Polri tersebut.

Ia berharap Kapolri juga melibatkan masyarakat dalam upaya menciptakan Kamtibmas sebagai langkah menghadapi perkembangan politik, ekonomi dan keamanan global.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here