JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Tubagus Rahmad Sukendar menyesalkan peristiwa penganiayaan terhadap 9 siswa SMP Madrasah Pembangunan (MP) UIN Jakarta di Tangerang Selatan (Tangsel) oleh para senior mereka yang merupakan lulusan pada sekolah yang sama.

Menurut Sukendar, hal itu menunjukkan jika selama ini pengawasan yang dilakukan pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan sangat lemah.

Baca Juga :  Binda Malut Targetkan 3400 Vaksinasi Dalam Seminggu

“Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak didik untuk mendapatkan pengetahuan, justru menjadi tempat yang membahayakan bagi anak. Kejadian ini sangat kita sesalkan,” kata Sukendar, Rabu, (06/11/2019).

Sukendar juga menyoroti rendahnya pengawasan yang dilakukan sekolah, sehingga memberikan peluang terjadinya kekerasan.

“Pada sisi lain ini juga menunjukkan bahwa sekolah gagal dalam menjamin keamanan bagi anak didik agar tidak menjadi korban kekerasan,” tegas Sukendar.

Ia mengatakan bahwa lembaga pendidikan bukan hanya sebatas melakukan transformasi pengetahuan, tapi sebagai instrumen pembentukan sikap.

Baca Juga :  DPD PBL Sumut Serahkan Mandat Kepada Indramono Sebagai Ketua PBL Labuhanbatu

“Sehingga pola dan skema pembelajaran seperti ini akan mencegah potensi terjadinya kekerasan,” kata Sukendar.

Sukendar meminta aparat kepolisian mengusut peristiwa penganiayaan secara tuntas sehingga akan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Polisi harus mengusut insiden memilukan tersebut secara tuntas. Kita tidak menghendaki peristiwa serupa kembali terulang,” tandas dia.

4 KOMENTAR

  1. … [Trackback]

    […] Info on that Topic: beritaterkini.co.id/2019/11/06/kutuk-aksi-penganiayaan-9-siswa-di-tangsel-ketum-bpi-kpnpa-ri-polisi-wajib-usut-tuntas-2/ […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here