JAKARTABERITATERKINI.co.id – Permohonan Praperadilan yang diajukan tersangka kasus dugaan suap dana hibah untuk KONI, Imam Nahrawi ditolak.

Dengan demikian maka penetapan status tersangka terhadap Imam Nahrawi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sah.

“Menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” ucap hakim tunggal Elfian membacakan putusan tersebut dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa, (12/11/2019).

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Corona, Desa Kerbang Dalam Pesisir Barat Bentuk Relawan Lawan Covid-19

Hakim menyatakan proses penetapan tersangka, penyidikan, dan penahanan yang dilakukan KPK sudah sesuai prosedur. Status tersangka Imam di KPK pun tidak menyalahi prosedur hukum.

Imam ditetapkan KPK sebagai tersangka suap dana hibah KONI dan penerimaan lain berkaitan dengan jabatannya. Imam diduga menerima suap sebesar Rp 26,5 miliar secara bertahap sejak 2014 hingga 2018.

Baca Juga :  Muswil Perempuan Bangsa PKB Sumatera Selatan Target Tambah Kursi Keterwakilan Perempuan Di Legislatif

Uang yang diterima Imam diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora. Penerimaan ini terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here