28, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

KPK Usut Aliran Uang dalam 14 Proyek Fiktif Waskita Karya

2 min read

JAKARTABERITATERKINI.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut aliran uang dalam 14 proyek fiktif yang dikerjakan PT Waskita Karya.

KPK juga melakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang dalam perkara dugaan tindak korupsi ini.

Mereka adalah mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar dan Staf Keuangan Divisi II PT Waskita Karya Wagimin. Keduanya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

KPK juga sudah menetapkan Yuly Andriani sebagai tersangka dalam kasus ini. Sedangkan kerugian negara ditaksir mencapai Rp188 miliar.

“Penyidik mendalami keterangan saksi terkait aliran dana pekerjaan subkontraktor fiktif di PT Waskita Karya,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Mustafa Sebut Aziz Syamsuddin Minta Fee 10 Persen dari DAK Lampung Tengah 2017

Pada Senin (28/10) lalu misalnya, tim penyidik menjadwalkan memeriksa Dirut PT Jasa Marga, Dessi Arryani dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Dilansir Jawa Pos, Fathor dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya.

Proyek-proyek bermasalah itu tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua. Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Arinal Bergerak Cepat Siapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Disejumlah Titik Sesuai SOP

Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut.

Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *