JAKARTABERITATERKINI.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sejumlah proyek yang dikerjakan anak Menkumham Yasonna H Laoly, Yamitema T Laoly melalui PT Kani Jaya Sentosa.

“Saya tentu tidak bisa menjelaskan lebih lanjut lanjut materi perkaranya, berapa proyek yang pernah dipegang atau bagaimana proses dari lelang itu, berapa anggarannya dan lain-lain,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, (18/11/2019).

Febri mengatakan Yamitema diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wali Kota Medan nonaktif, Dzulmi Eldin yang diduga menerima sejumlah uang suap dari proyek di lingkungan Pemkot Medan.

Baca Juga :  Calon Wakil Walikota dr. Zam Zanariah Berikan Edukasi Di Seminar Virtual BEM FH UBL

“Yang dibutuhkan ialah keterangan Yemitema dalam kapasitas dia sebagai pihak swasta terkait dengan proyek yang dikerjakan di Medan,” tutur dia.

KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yakni Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin; Kadis PU Kota Medan Isa Ansyari; dan Kepala Subbagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar. Mereka terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 15-16 Oktober 2019.

Dzulmi dan Syamsul selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita Atas Berpulangnya Gus Sholah

Isa disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here