JAKARTABERITATERKINI.co.id – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyant mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak perlu mundur dari partai usai ditunjuk jadi Komisaris Utama Pertamina oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

“Kalau posisinya adalah sebagai komisaris, berdasarkan ketentuan UU BUMN, maka Pak Ahok tidak masuk kategori sebagai pimpinan dewan, pimpinan partai. Dengan demikian, tidak harus mengundurkan diri berdasarkan ketentuan UU dan PDI Perjuangan mempunyai pengalaman dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan,” kata Hasto di Kinasih Resort, Jalan Cilangkap, Tapos, Kota Depok, Jumat (22/11/2019).

Baca Juga :  Agung Manik Danendra Rangkul Pasemetonan Puri se-Denpasar

Hasto kemudian mengungkit soal bagaimana pelaksanaan pemerintahan saat Megawati menjadi Presiden.

“Pada 2001-2004, Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai presiden, saat itu rakyat mencatat bagaimana kepentingan partai dan kepentingan dalam pengelolaan negara. Itu dipisahkan dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di mana saat itu skala prioritas adalah menyelesaikan krisis multidimensi. Karena itulah kami menjaga marwah kekuasaan untuk bangsa dan negara, bukan untuk orang perorangan. Demikian pula di dalam pengelolaan BUMN itu sendiri,” ucap Hasto.

Baca Juga :  Demokrat Sebut Tak Etis Bandingkan AHY dan Gibran Rakabuming

“BUMN ditujukan untuk mencapai tujuan negara karena itulah tidak boleh ada intervensi kepentingan politik praktis di dalam BUMN tersebut,” tegas dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menyatakan semua komisaris di BUMN harus mundur dari partai.

“Semua komisaris di BUMN, apalagi direksi harus mundur dari partai,” ujar Erick di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here