29, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Jawa Barat Provinsi Paling Intoleran, Ini Sebabnya

2 min read

JAKARTABERITATERKINI.co.id – Setara Institute mencatat bahwa selama 12 tahun terakhir kasus intoleransi dalam aspek kebebasan beragama paling banyak terjadi di Jawa Barat.

Hal ini diakibatkan oleh tingginya politik identitas di Bumi Pasundan tersebut.

“Politik identitas keagamaan itu tinggi politisasinya di Jabar,” kata Direktur Riset Setara Insitute Halili di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, (24/11/2019).

Selain itu kata dia, hal itu juga diakibatkan oleh konservatisme Islam di Jawa Barat, dan adanya partai nasional yang turut memprakarsai munculnya Perda Syariah.

“Jika dibandingkan dengan Perda Syariah oleh kelompok nasionalis dan ini fenomena unik dan enggak terjadi di tempat lain membuat Jabar menjadi logis tertinggi kebebasan beragama,” ujar Halili.

Baca Juga :  PLN Jamin Pelanggan Bersubsidi Akan Diberikan Keringanan Biaya Listrik

Halili menjelaskan, temuan itu hasil riset Setara yang dilakukan sejak 2007. Angka intoleransi selalu tinggi dimulai sejak saat itu.

“Kami melakukan penelitian itu ada kalo secara metodologis ada kombinasi mix, ada metode campuran antara kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatifnya kami melakukan kasus 1, 2, 3, 4, 5 dan identifikasi. Tapi kami juga lakukan kualitatif dengan cara monitoring,” ujar Halili.

Hasil survei Setara juga menyebutkan, Jabar selama 12 tahun menempati urutan pertama sebagai provinsi intoleransi. Posisi tak berubah dalam lima tahun terakhir dan masih menempati urutan pertama sebanyak 162 peristiwa. Kemudian 113 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama di DKI Jakarta, Jawa Timur sebanyak 98 peristiwa, Jawa Tengah sejumlah 66 peristiwa, dan Aceh sebanyak 65 peristiwa. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 37 peristiwa, Banten 36 peristiwa, Sumatra Utara 28 peristiwa, Sulawesi Selatan 27 peristiwa, dan Sumatra Barat 23 peristiwa.

Baca Juga :  Polisi Dalami Keterangan Nyeleneh Dua Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *