BOGORBERITATERKINI.co.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengaku sudah menerima laporan terkait robohnya atap ruangan Rapat Paripurna DPRD Bogor.

Ia mengaku bahwa hal itu diakibatkan oleh lemahnya pengawasan yang dilakukan selama proyek dikerjakan.

“Saya sudah menerima laporan. Hasil laporan itu pada prinsipnya, ada kelemahan pada pengawasan,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menjawab pertanyaan wartawan, di Balai Kota Bogor, Jumat.

Politikus PAN itu menegaskan bahwa ada beberapa hal yang tidak sesuai. Akhirnya, pelaksanaan proyek tidak berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Sosok Jendral Ike Edwin Bakal Calon Walikota Bandar Lampung, Dengan Segudang Prestasi Tak Pernah Berhenti Mengabdi

“Perencanaan proyek sudah baik, tapi pengawasannya yang lemah, sehingga pelaksanaan proyek menjadi kurang baik,” katanya.

Kepala Inspektorat Pemerintah Kota Bogor, Pupung W Permana, mengaku masih mengumpulkan informasi secara utuh terkait inseden tersebut untuk selanjutnya dilaporkan kepada Wali Kota.

“Mengenai progres, masih dikumpulkan, tapi saya akan lapor ke pak wali kota dulu,” kata Pupung yang tampak enggan menjawab pertanyaan wartawan, di Balai Kota Bogor, Jumat.

Baca Juga :  Kementan dan Pemda Bali Berkomitmen Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali

Sebelumnya diberitakan, tembok bagian atas di lantai empat dan atap plafon di ruang paripurna Gedung DPRD Kota Bogor, roboh, saat hujan disertai angin kencang, pada Sabtu (26/10/2019) sore.

Bagian atap plafon yang roboh menimpa meja dan kursi di ruang rapat paripurna, namun saat kejadian kondisi ruangan sedang kosong. Gedung DPRD Kota Bogor itu, baru beberapa bulan lalu diresmikan pemakaiannya.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here