21, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Ditjen Pajak Akan Kejar Artis dan YouTuber yang Pamer Saldo Rp 1 Miliar

2 min read

JAKARTABERITATERKINI.co.id – Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan bahwa pihaknya memberikan perhatian kepada artis dan YouTuber yang memamerkan saldo rekening di atas Rp1 miliar. Pasalnya mereka sudah memiliki kewajiban untuk membayar pajak.

Menurut dia, setiap warga negara yang memiliki penghasilan di atas Rp54 juta maka wajib membayar pajak.

“Kalau mereka tinggal di Indonesia, baik jadi youtuber, penjual online, hingga penjual di pasar, kalau mendapatkan penghasilan di Indonesia dan di atas PTKP maka wajib hukumnya untuk dia membayar Pajak Penghasilan (PPh) secara self assassment,” ungkap Suryo dalam diskusi mengenai pajak di Komplek TVRI, Jakarta, Kamis (25/11/2019).

Baca Juga :  Erick Thohir Janji Bayar Uang Nasabah Jiwasraya

Dia menegaskan bahwa Ditjen Pajak sudah mengantongi data wajib pajak Orang Pribadi (OP) yang memiliki saldo di atas Rp1 miliar. Data mereka kata dia, akan secara otomatis masuk dalam data Ditjen Pajak.

Hal itu berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Maka, Ditjen Pajak secara otomatis menerima saldo rekening keuangan dan dapat mengajukan permintaan Informasi dan/atau Bukti atau Keterangan (IBK) langsung ke Bank tanpa melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lembaga Jasa Keuangan juga diharuskan mengirimkan laporan paling lama 4 bulan setelah akhir tahun kalender. Serta diatur data rekening keuangan wajib pajak OP dengan saldo minimum Rp1 miliar, sedangkan untuk entitas tidak terdapat batasan saldo.

Baca Juga :  Dirut Pertamina 'Jengkel' Saat Ditanya Soal Ahok

“Baik youtuber hingga penjual online itu kan pekerjaan cara mendapatkan penghasilan, nanti penghasilannya itu pun akan berkumpul ke rekening dia (maka akan didapatkan datanya oleh Ditjen Pajak),” katanya.

Jika mereka tidak menunaikan kewajiban mereka untuk bayar pajak, maka mereka akan mendapatkan teguran dari Ditjen Pajak.

“Kalau tidak setor bisa dilihat di data Pak Irawan (Direktur Pemeriksaan dan Penagihan) ada atau tidak. Jadi youtuber penanganannya sama seperti lainnya,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *