23, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Kasus Suap Proyek Kementerian PUPR, KPK Cecar Wagub Lampung Soal Aliran Uang Haram

2 min read

JAKARTABERITATERKINI.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyelesaikan pemeriksaan kepada Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim.

Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hong Arta John Alfred, dalam kasus suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016 lalu.

Dalam pemeriksaan tersebut, KPK mencecar Chusnunia terkait aliran uang dalam perkara tersebut.

“Saksi didalami pengetahuannya tentang aliran dana terkait proyek di Kementerian PUPR dalam perkara ini,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).

Baca Juga :  Jadi Sumber Penyakit, Tumpukan Sampah di Jalan Bersama Ujung Resahkan Warga

“Untuk kasus ini yang kami dalami relasi saksi dengan pihak-pihak yang ada dalam perkara ini termasuk tentu saja dengan sejumlah anggota DPR ya karena keterkaitannya sebagai sesama politisi dan pengetahuannya tentang dugaan aliran dana tersebut,” katanya.

Perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari 2016. Saat itu KPK menangkap Damayanti Wisnu Putranti, yang masih menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP.

Damayanti saat itu diduga menerima suap terkait pengerjaan proyek jalan yang ditangani Kementerian PUPR. Kasus ini terus dikembangkan KPK hingga saat ini total sudah ada 12 orang yang terlibat, termasuk yang teranyar Hong Arta.

Baca Juga :  Pembangunan Bandara Buleleng Diproyeksikan Rampung Tahun 2024

Hong Arta merupakan Direktur dan Komisaris PT SR (PT Sharleen Raya JECO Group). Dia diduga memberi suap kepada eks Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) Wilayah IX Amran Mustary dan Damayanti.

KPK menduga Hong Arta memberi suap Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar kepada Amran. Dia juga diduga memberi suap serta Rp 1 miliar kepada Damayanti. Suap kepada Amran dan Damayanti itu diduga diberikan secara bertahap pada 2015.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *