Politik

Rocky Gerung Tuding Pengusul Wacana Presiden Tiga Periode Dungu!

JAKARTABERITATERKINI.co.id – Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan bahwa usulan presiden menjadi tiga periode bertentangan dengan demokrasi.

Selain itu kata dia, jabatan presiden yang dibatasi hanya dua periode untuk memastikan bahwa sirkulasi kekuasaan berjalan dengan baik.

Sehingga kata dia, pengusul jabatan presiden menjadi tiga periode tidak memahami dengan baik makna dari demokrasi.

“Demokrasi artinya pembatasan kekuasaan supaya apa? Supaya terjadi sirkulasi elite. Tiga periode membatasi kekuasaan nggak? Nggak. Sirkulasi jadi? Nggak. Jadi 15 tahun tidak ada sirkulasi elite,” ujar Rocky di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, (26/11/2019).

“Artinya dungu cara berpikir demokrasinya, dia nggak ngerti apa yang diusul,” kata Rocky.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh mengaku mendukung wacana presiden menjadi tiga periode.

“Kalau memang kebutuhannya ke arah itu (jabatan presiden tiga kali) kenapa tidak, kalau memang suasana tuntutan itu yang terbaik, pasti didukung,” kata Surya Paloh saat ditemui di JX International, Surabaya, Sabtu (23/11/2019).

Menurut Paloh, jika masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih lantaran sistem demokrasi di Indonesia. Setiap orang diberikan kebebasan untuk memberi masukan dan pilihannya. Wacana jabatan presiden tiga kali juga merupakan bentuk aspirasi masyarakat.

“Kita harus bisa melihatnya sebagai satu hal yang wajar sekali, sistem demokrasi kita ini sebenarnya bukan ortodok konservatif yang monolib. Dia begitu dinamis, begitu bebas, begitu terbuka. Orang diberikan kebebasan untuk melakukan pilihan,” ucapnya.

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: