JAKARTABERITATERKINI.co.id – Ketua Umum Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (Gertak), Tohenda meminta KPK untuk memanggil paksa Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar yang mangkir panggilan pemeriksaan dalam kasus suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016.

Apalagi, disebut-sebut KPK sudah punya alat bukti yang kuat dalam kasus Muhaimin, di antaranya rekaman kamera pengawas (CCTV).

Baca Juga :  PA 212 Siapkan Mimbar Kepada Anies untuk Menyampaikan Pidato di Reuni Akbar

“Jika Muhaimin menghindar, KPK dapat melakukan pemanggilan paksa,” ujar Tohenda, Sabtu (30/11/2019).

Ia meminta KPK fokus dalam memproses kasus dugaan korupsi Muhaimin.

“Lebih baik fokus melakukan pemanggilan paksa pada Muhaimin agar kasusnya tuntas, sebelum akhir tahun,” terang Tohenda.

KPK disebutkan telah menerima surat dari Muhaimin. Surat itu menjelaskan alasan mengapa dia belum bisa memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dalam kasus suap proyek di Kementerian PUPR.

Baca Juga :  Pemutihan Pajak Samsat Karangasem Kejar 71 BDU Gajah

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan dalam isi suratnya, Muhaimin menyatakan sudah memiliki kegiatan selaku pimpinan DPR sampai Desember 2019.

“Surat yang terakhir disampaikan itu yang bersangkutan mengirimkan daftar kegiatan pimpinan DPR, daftar kegiatan itu full sampai 23 Desember,” kata Febri di kantornya, Jakarta, Rabu, (27/11/2019).

7 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here