JAKARTABERITATERKINI.co.id – KPK resmi merampungkan penyidikan terhadap tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedardjo, dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

“Hari ini penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti ke penuntut umum atau tahap 2 atas nama 2 orang tersangka,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (04/12/2019).

Menurut Febri, KPK membutuhkan waktu sekitar 2 tahun 11 bulan dalam merampungkan penyidikan perkara korupsi tersebut.

Baca Juga :  Pelajar di Malang yang Habisi Begal Divonis 1 Tahun Pembinaan

Pasalnya selama penyidikan, KPK perlu mengkaji sejumlah miliaran dolar AS yang diteken Garuda Indonesia.

Kontrak-kontrak itu antara lain: kontrak pembelian mesin dan perawatan mesin (Total Care Program) Trent seri 700 dengan perusahaan Rolls Royce, kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Ada lagi, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR) dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

“Selain itu, ditemukan dugaan aliran dana yang jauh lebih besar, yaitu dari dugaan awal sebesar Rp20 miliar menjadi Rp100 miliar untuk sejumlah pejabat di Garuda Indonesia,” ungkap Febri.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sesumbar Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Segera Terungkap

Bahkan penyidikan KPK juga menemukan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan dua tersangka.

“Dalam proses penyidikan ini, KPK juga menyampaikan terima kasih pada otoritas di berbagai negara yang membantu proses pengumpulan bukti serta kerjasama investigasi di negara masing-masing. Sejauh ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 80 saksi,” kata Febri.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here