26, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Dari Lapas Sukamiskin, OC Kaligis Luncurkan Buku ‘KPK Bukan Malaikat’

2 min read

BANDUNGBERITATERKINI.co.id – Pengacara senior Otto Cornelis (OC) Kaligis meluncurkan sekaligus membedah buku karangannya sendiri berjudul ‘KPK Bukan Malaikat’ di Aula Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (07/12/2019).

Turut hadir dalam acara tersebut mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan dua anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan dan Masinton Pasaribu.

Kemudian sejumlah warga binaan Lapas Sukamiskin, diantaranya mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali, eks Menteri ESDM, Jero Wacik, mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Menurut Kaligis, buku yang ia tulis merupakan sarana perlawanan dan perjuangan agar KPK tidak sewenang-wenang dalam melakukan penegakan hukum.

“Ini merupakan bentuk perjuangan dan perlawanan bahwa harus ada pihak yang mengawasi KPK agar tidak bertindak sewenang-wenang,” kata Kaligis.

Kaligis menegaskan jika buku yang ia tulis dalam tiga jilid itu merupakan referensi bagi para pencari keadilan, yang menjadi korban para personel KPK yang dianggapnya kebal hukum.

Baca Juga :  Polemik Belum Selesai, Musyawarah Bahas RAPBdes Desa Ketapang Belum Hasilkan Kesepakatan 

“Jika personel KPK tersandung kasus tindak pidana maka pembelanya dengan ramai-ramai menyebut tindakan penyidik merupakan kriminalisasi,” tegas Kaligis.

Bahkan Kaligis juga menyorot upaya pemerintah menetapkan lembaga pengawas terhadap KPK karena beberapa mantan petinggi lembaga antirasuah itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian tapi kasus itu tidak dilanjutkan ke pengadilan.

Sementara itu, Fahri Hamzah memberi sedikit pandangannya. Melalui catatan kecil yang ada di dalam sakunya, ia menyampaikan tiga poin penting dalam diskusi tersebut.

“Saya buat tiga outline, Sukamiskin, OC Kaligis dan pembahasan hukum, sejarah Sukamiskin (lapas) ini harusnya di tulis. Ini lapas tertua dan ini paling layak,” ucap Fahri.

Fahri mengatakan bahwa UU KPK yang barudak resmi diundangkan, yang salah satunya mengatur tentang pembentukan Dewan Pengawas KPK.

“Pesan saya kepada pengawas KPK yang akan datang, tolong audit semua yang telah terjadi saat ini,” ujar Fahri.

Baca Juga :  Baru Menjabat, Kapolda Sumut Berkunjung ke Gubernur Sumut

Eks Wali Kota Tomohon (Sulawesi Utara), yang juga terpidana korupsi, Jefferson Soleiman Montesqieu Rumajar, turut menyampaikan harapannya. Dia ingin KPK diaudit kinerjanya oleh dewan pengawas yang nanti dibentuk.

“Harapan kami cuma satu, kami ingin dewan pengawas KPK yang baru bisa audit semua kasus yang telah dikerjakan KPK,” ucap Jefferson.

Selain itu ia juga berharap UU Lapas segera disahkan. Pasalnya kata dia, Lapas bukan tempat untuk memenjara, tapi berusaha membuat warga binaan bisa semakin lebih baik.

“Kita ingin dapat keadilan yang sama, di lapas tidak ada efek jera, saya sebut lapas ini seperti bengkel manusia, dan ini harus benar di perbaiki,” tutur Jefferson.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *