JAKARTABERITATERKINI.co.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Firli Bahuri mengaku bahwa selama ini Operasi Tangkap Tangan (OTT) hanya menang populer.

Pasalnya kata dia, KPK baru berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya jika sudah selesai melakukan OTT.

“KPK tidak boleh kerja sendiri. OTT itu sendiri. Setelah lakukan eksekusi, baru koordinasi menghubungi Kapolda, kejaksaan,” terang dia dalam Program Opsi 2 Sisi di Metro TV, Senin (09/12/2019).

Baca Juga :  Terkait Pandemi Virus Covid-19, Gubernur Lampung Arinal Akan Lakukan Video Conference Dengan Presiden Joko Widodo, Besok

Dia mengaku jika selama ini kegiatan OTT yang dilakukan KPK kurang signifikan dalam mengembalikan aset negara.

Ia mencontohkan pada 2018 saat OTT paling banyak dilakukan. Terdapat 123 kali OTT dengan jumlah tersangka 423 orang.

“OTT banyak pada Pasal 5 tentang penyuapan. Tapi aset yang diselamatkan tidak besar,” tambah dia.

Padahal selain OTT, pendidikan dan kampanye antikorupsi juga penting dalam melakukan pencegahan korupsi.

“Lakukan upaya mitigasi supaya tidak ada orang terlibat korupsi. Kita kurangi korupsi,” imbuh dia.

Baca Juga :  Diklarifikasi Kejati, Dirut dan Komisaris PT BPRS Lampung Timur Bungkam

Masih berhubungan dengan mitigasi, Firli juga beranggapan pencegahan harus dilakukan melalui sistem. Artinya, sistem pemerintahan yang lemah atau gagal, sebaiknya segera diperkuat atau diperbaiki.

“Kalau OTT dampaknya cuma tertangkap. Kalau sistem tidak diperbaiki, tetap ada (korupsi) karena sistem tetap terbuka,” terang dia.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here