JAKARTABERITATERKINI.co.id – Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan melaksanakan aksi demonstrasi di Bareskrim Polri pada Jumat, (13/12/2019).

Mereka mendesak agar polisi segera menangkap Gus Muwafiq dan Sukmawati Soekarnoputri segera ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Seruan aksi unjuk rasa tersebut beredar di media sosial, Rabu (11/12/2019). Dalam poster, mereka menyebut aksi tersebut sebagai ‘Aksi Bela Islam Bela Muhammad’. Dalam poster juga terpampang wajah Sukmawati dan Gus Muwafiq.

Ketua PA 212, Slamet Maarif, membenarkan poster seruan demo yang beredar. Ia mengatakan Aksi Bela Islam Bela Muhammad merupakan gabungan dari FPI, GNPF Ulama, dan PA 212.

“Benar dari gabungan GNPF Ulama, FPI, dan PA 212,” kata Slamet, Rabu, (11/12/2019).

Baca Juga :  Penggagalan Penyenlundupan Barang Terlarang Yang Diduga Narkotika Jenis Sabu Di Lapas Kelas IIA Bandung

Sebelumnya, Gus Muwafiq telah dilaporkan 2 kali ke Bareskrim Polri terkait ceramahnya yang dituding menyinggung Nabi Muhammad SAW. Laporan terhadap Gus Muwafiq diterima SPKT Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/1022/XII/2019/Bareskrim. Gus Muwafiq dinilai melanggar Pasal 156 A KUHP tentang Penistaan Agama.

Diketahui, dalam ceramahnya di Purwodadi belum lama ini, Gus Muwafiq bercerita soal masa kecil Rasulullah. Dia tidak sependapat bila Muhammad digambarkan sebagai sosok yang berlebih-lebihan ketika kecil.

“Sekarang ini digambarkan Nabi lahir itu seperti ini, seperti ini. Nabi lahir biasa saja, enggak usah tiba-tiba dibuat bersinar. Kalau bersinar ketahuan, dipotong sama temannya Abrahah. Ada yang menceritakan, Nabi lahir bersinar sampai langit. Kalau begitu ya dicari orang Yahudi, dibunuh. Biasa saja, lahir. Masa kecilnya rembes, ikut mbah. Anak kecil itu kalau ikut mbah pasti tidak terlalu terurus, di mana-mana. Mbah itu di mana saja kalau mengurusi anak kecil itu tidak bisa,” kata Gus Muwafiq dalam ceramahnya yang beredar di YouTube.

Baca Juga :  Petugas Rutan Kelas I Pekanbaru Berhasil Menggagalkan Percobaan Pelarian 3 (tiga) orang Narapidana

Sementara Sukmawati dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena membandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden pertama RI Sukarno oleh dua orang. Laporan pertama dibuat oleh Ratih dan teregister dengan nomor LP/7393/XI/2019/PMJ Ditreskrimum. Lalu laporan kedua dibuat oleh Irvan dan teregister dengan nomor LP/7456/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimum.

6 KOMENTAR

  1. I’m not sure exactly why but this web site is loading incredibly slow for me.
    Is anyone else having this problem or is it a problem on my end?

    I’ll check back later and see if the problem still exists.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here