19, Januari 2020
Daerah

Geger Tenaga Honorer Dimasukkan ke Got Hitam, Lurah Jelambar Jakarta Barat Dicopot

JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membebastugaskan Lurah Jelambar, Jakarta Barat akibat viral video yang memperlihatkan sejumlah tenaga honorer masuk ke got yang berisi air keruh dan hitam sebagai salah satu tes untuk memperpanjang kontrak.

“Sementara pemeriksaan sudah dilakukan oleh inspektur tingkat kota dan tim dari provinsi. Saya kan tinggal nunggu nasib aja,” kata Lurah Jelambar Jakbar, Agung Triatmojo, Sabtu, (14/12/2019).

Ia mengaku bahwa Inspektorat Jakarta Barat sudah melakukan pemeriksaan kepada petugas kelurahan dan panitia tes.

Namun ia mengaku belum mengaku sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada dirinya akibat masalah tersebut.

Baca Juga :  Buni Yani Resmi Bebas dari Lapas Gunung Sindur

“Kalau pemeriksaan, sudah diperiksa kita semua, mulai dari lurah, kemudian panitia, begitu kejadian, begitu viral kemudian mereka tim dari tingkat kota dan provinsi langsung turun. Mulai saya selaku lurah, kemudian juga kepada mereka panitia seleksi nah sekarang kita tinggal nunggu apa sih hasil keputusan itu,” katanya.

“Belum tahu juga, kita semua ini kita tinggal nunggu saja, tapi yang jelas pasti ada sanksi lah,” imbuhnya

Agung menjelaskan, pemeriksaan itu dilakukan pada Selasa (10/12/2019), sekitar pukul 13.30 WIB hingga 20.00 WIB. Dia menyebut Pemprov memeriksa lurah hingga honorer yang menjalani tes fisik itu.

“Semua diperiksa mulai dari saya, panitia, panitia lapangan, para PPSU yang ikut tes semuanya diperiksa dan buat BAP (berita acara pemeriksaan),” ucapnya.

Baca Juga :  Ketua Pemuda Pancasila Jakarta Timur Bongkar Sejumlah Kecurangan Proses Seleksi FKDM DKI

Agung menjelaskan, saat peristiwa tenaga honorer masuk ke got berlangsung, dia tidak berada di lokasi. Dia mengaku baru mengetahui itu setelah mendapat panggilan telepon dari Biro Tata Pemerintahan.

“Saya di kantor, mau ada kegiatan pertemuan rutin PKK, jadi saya sedang awasi itu, karena kan semuanya panitia, dan inikan melibatkan seluruh ASN, emang ASN terbatas di kelurahan, otomatis kantor kosong nggak ada isinya. Jadi saya di kantor, saya nggak ada di situ,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *