Berita

Jadi Anah Buah Presiden Jokowi, Prabowo Subianto Jenderal Penurut

JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto rupanya sangat hati-hati dalam membeli Alutsista dari luar negeri. Ia tidak ingin harga yang dibayarkan pemerintah Indonesia terlalu mahal.

“Ya, alutsista dianggap mungkin terlalu mahal. Sedang ditinjau kembali. Kita sedang me-review, mengkaji,” kata Prabowo usai bertemu dengan Menko Polhukam, Mahfud MD, Jumat, (13/12/2019).

Prabowo mengaku mendapatkan perintah dari Presiden Joko Widodo untuk menegosiasikan kembali pembelian Alutsista yang dianggap terlalu mahal.

“Jadi ya kita harus pandai pandai untuk menjaga kepentingan nasional,” imbuhnya.

Prabowo juga mengatakan, pertemuan dengan Mahfud juga membahas prihal tiga warga negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf di Filipina. Dia mengaku akan mengadakan pertemuan lanjutan dengan Mahfud prihal kasus ini.

“Sudah berita umum ya, ada 3 warga negara kita disandera di Filipina. Jadi, ya kita akan membahas nanti,” jelasnya.

Untuk pembahasan alutsista, diketahui sehari sebelumnya, Mahfud telah bertemu dengan Menhan Korea Selatan (Korsel), Jeong Kyeong-doo. Pertemuan keduanya membahas kerja sama di bidang alutsista pertahanan proyek jet tempur Korean Fig hter Xperiment/Indonesia Fighter Xperi ment (KFX/IFX) antara Indonesia dan Korsel.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan perihal kerja sama antar kedua negara ini. Prabowo enggan menanggapi ketika ditanya tentang kelanjutan kerja sama pesawat KFX/IFX. Proyek pengembangan jet tempur KFX/IFX ini pernah tertunda pada 2009. Pada 7 Januari 2016, Indonesia dan Korsel menandatangani cost share agreement.

Menteri Pertahanan sebelumnya, Ryamizard Ryacudu, pernah mengungkapkan, Indonesia belum membayar 20 persen dari total biaya pengerjaan KFX/IFX fase kedua.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: