MEDANBERITATERKINI.co.id – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Agus Andrianto menyatakan bahwa pembunuhan terhadap hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin dilakukan secara terencana.

Namun kata dia, sampai saat ini polisi masih terus bekerja untuk menangkap pembunuhan.

“Ini pembunuhan berencana, pembunuhan berencana itu agak relatif butuh waktu untuk mengungkapnya,” ujar Agus di Budaya Resto Jalan Medan-Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (14/12/2019).

Baca Juga :  Program Jum'at Barokah, Ibu Riana Arinal Beri Bantuan untuk Tenaga Medis Puskesmas Kedaton dan Simpur yang Berjuang Antisipasi Covid-19

Menurut dia, polisi menggunakan teknik ilmiah dalam mengungkap pelaku pembunuhan. Karena kata dia, cara yang dilakukan pelaku sangat rapi.

“Tidak bisa sembarangan, pelan-pelan karena ini sangat rapi, sangat halus kejadiannya sehingga kami meyakini pembunuhannya adalah pembunuhan berencana,” jelas Agus.

Sampai saat ini polisi masih mendalami kasus pembunuhan Jamaluddin dengan menelusuri barang bukti dan saksi yang ada. Polisi juga masih menyelidiki lokasi tempat kematian korban.

Baca Juga :  Peduli Dampak Wabah Covid-19, Pejuang Bravo 5 Sergai Sumbangkan Beras dan Mie Instan ke Posko Gugus Pemkab Sergai

“Kami masih analisa dari keterangan-keterangan saksi yang ada. Jadi, keterangan saksi, alat bukti, kemudian hasil labfor, hasil pemeriksaan kedokteran forensik terus kami kaji ulang,” lanjut Agus.

Hakim PN Medan Jamaluddin ditemukan tewas dalam mobil di area kebun sawit di Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumut. Ditemukan luka di leher korban.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here