JAKARTA – BERITATERKINI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap dan gratifikasi yang totalnya mencapai Rp46 miliar.

Uang suap yang diterima Nurhadi merupakan bagian pengurusan perkara dalam bidang perdata. Nurhadi menjadi Sekretaris MA sejak tahun 2011-2016.

“Setelah mencermati fakta-fakta yang berkembang di penyidikan dan persidangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dalam perkara suap terkait pengurusan perkara yang dilakukan sekitar tahun 2015-2016 dan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yang tidak dilaporkan dalam jangka waktu maksimal 30 hari kerja ke KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2019).

Baca Juga :  Pidato Politik Nanang Ermanto Dikritisi Pengamat dan Akademisi

KPK juga menetapkan Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto sebagai tersangka. Rezky disebut sebagai menantu dari Nurhadi, sedangkan Hiendra adalah Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT).

Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Hiendra sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.’

Baca Juga :  Komandan Puspeknubika Kodiklatal Buka Suspeknubika Tingkat Bintara Tamtama TA 2020

KPK juga menduga bahwa Nurhadi dan Rezky menerima gratifikasi dalam penanganan perkara sengketa tanah di tingkat Kasasi dan Peninjauan Kembali di MA.

“Sehingga, secara keseluruhan diduga NHD (Nurhadi) melalui RHE (Rezky Herbiyono) telah menerima janji dalam bentuk 9 lembar cek dari PT MIT serta suap/gratifikasi dengan total Rp 46 miliar,” kata Saut.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here