27, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

IPW Klaim Jenderal Senior Tolak Rencana Kenaikan Status Kadiv Humas dan Kakor Brimob

2 min read

JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengaku tidak setuju dengan rencana Kapolri Jenderal Idham Azis yang akan menaikkan pangkat Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) dan Kepala Korps Brigadir Mobile (Kakor Brimob) sehingga dipimpin polisi berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) dari Inspektur Jenderal (Irjen).

Ia menilai rencana tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan kepada masyarakat dan bertentangan dengan spirit Presiden Joko Widodo yang sedang melakukan merampingan dan penyederhanaan birokrasi.

“Pertama, tidak bermanfaat buat masyarakat. Kedua, bertentangan dengan program Presiden Jokowi yang sedang melakukan penyederhanaan eselon di pemerintahan. Ketiga, peningkatan status Kadiv Humas dan Kakor Brimob itu bertentangan dengan penjabaran tugas Pokok Polri, yang mengedepankan tugas–tugas Reskrim, Lalulintas, Intelijen, Sabhara, dan Binmas,” kata Neta dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa, (17/12/2019).

Baca Juga :  SATGAS PAMTAS YONIF RAIDER 100/PS POS KOTIS GELAR SWEEPING DI JALAN WORKWANA

Bahkan dia mengklaim jika ada jenderal senior di Polri dan purnawirawan menolak rencana menaikkan kepangkatan Kadiv Humas dan Kakor Brimob.

Mereka kata Neta, mempertanyakan urgensi atau alasan dibalik rencana kenaikan status tersebut.

“Mereka (Jenderal Senior) mengatakan, tidak habis pikir dengan rencana Kapolri tersebut karena tidak jelas urgensinya,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa tugas kehumasan tidak lebih tinggi tugas dan tanggung jawabnya dibandingkan dengan Polda Metro Jaya misalnya. Sehingga hal itu dianggap dirinya kurang penting dan tidak mendesak.

Baca Juga :  Gandjar Pranowo Minta Kagama Bali Terus Menginspirasi

“Tapi kenapa tiba–tiba muncul rencana menaikkan pangkat Kadiv Humas dan Kakor Brimob. Apakah beban tugas Kadiv Humas lebih tinggi dari Kapolda Metro Jaya hingga pangkatnya harus di bintang tiga kan, ini yang menjadi pertanyaan di kalangan jenderal senior di Polri,” pungkas Neta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *