JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengaku sudah diperiksa oleh lembaga pengawas internal terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan dirinya.

“Itu kan kasusnya sudah lama ya di bulan Juli (2018). Saya diperiksa oleh internal KPK dan semua saksinya sudah diperiksa, dan bagi saya tidak ada masalah sama sekali,” kata Agus di gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengirimkan surat kepada unsur Pimpinan KPK pada tanggal 5 Oktober 2018 dengan nomor: 201/MAKI/X/2018 terkait dugaan pelanggaran etik satu orang pimpinan.

MAKI menduga bahwa Agus Rahardjo melakukan pertemuan secara diam-diam dengan pihak yang kasusnya sedang ditangani KPK.

Menurut Boyamin, pertemuan dilakukan Agus dengan ZM, BA, AL dan pimpinan sebuah anak perusahaan BUMN pada 31 Juli 2018 malam di sebuah rumah di Jalan Raya Bina Marga, Jakarta Timur.

Baca Juga :  KPK Bela Anies Baswedan Soal Kesalahan Input Anggaran

Bahkan Boyamin kembali menyambangi gedung KPK pada Jumat, (13/12/2019) untuk meminta hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan Agus Rahardjo.

“Intinya kan saya datang ke sini mendesak untuk dibuka karena menunggu sebulan, dua bulan kok tidak dibuka-buka ini,” ucap Boyamin di gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Boyamin menegaskan bahwa laporan dugaan pelanggaran etik Agus Rahardjo berawal saat pihaknya mendapatkan surat kaleng dari masyarakat yang memuat secara rinci pertemuan Agus dengan tiga orang tersebut.

“Bahwa AR (Agus Rahardjo) diduga melakukan pertemuan diam-diam dengan beberapa orang di sebuah rumah di Jakarta Timur dengan membawa mobil, pelat nomor sekian. Ada foto mobill lampirannya terus juga ada mobil lain, juga catatan STNK yang ikut pertemuan itu siapa saja,” kata Boyamin.

Baca Juga :  DUKUNG PEMERINTAH CEGAH COVID-19, WARGA ILIR BARAT PALEMBANG LAKUKAN BERSIH LINGKUNGAN RUMAH

Bahwa atas dasar surat tersebut, kata Boyamin, pengawas Internal KPK telah melakukan serangkaian klarifikasi dan investigasi kepada pihak-pihak terkait termasuk dengan dirinya.

“Terus saya menunggu satu bulan kemudian saya dimintai, diundang tetapi saya tidak hadir karena ada investigasi di Karimun Jawa. Mereka mencari sampai ke rumah saya juga di Kemanggisan (Jakarta Barat) sampai Shalat Ashar di dekat rumah kata orang-orang begitu, berarti kan sungguh-sungguh ini,” tuturnya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here