JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tidak bisa menyembunyikan kemarahannya usai DPR AS yang didominasi dari Partai Demokrat resmi memakzulkan dirinya dalam voting yang digelar pada Rabu (18/12/2019) malam waktu setempat. Sedianya Trump baru habis masa jabatannya sebagai Presiden tahun 2020 mendatang.

Bahkan Trump secara terbuka mengatakan bahwa DPR dari Partai Demokrat dipenuhi kebencian sehingga nekat memakzulkan dirinya dari orang paling berkuasa di negeri Paman Sam.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Kamis (19/12/2019), Trump sedang menggelar kampanye di Michigan saat DPR AS menggelar voting untuk dua dakwaan pemakzulan, yakni penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres AS.

Baca Juga :  Sambut HUT TNI ke 75 Prajurit Lanal Semarang Sumbangkan Darah

Ia menuding bahwa kelompok radikal kiri yang dimaksudkan dirinya adalah DPR dari Partai Demokrat sedang diselimuti rasa benci dan kemarahan kepada dirinya dalam melakukan berbagai upaya untuk membangun AS.

“Sementara kita menciptakan lapangan pekerjaan dan berjuang untuk Michigan, kelompok radikal kiri dalam Kongres dipenuhi rasa iri dan kebencian dan kemarahan, Anda lihat apa yang sedang terjadi. Orang-orang ini gila,” ucap Trump di hadapan pendukungnya di Michigan.

Hasil voting untuk dua dakwaan pemakzulan menunjukkan mayoritas DPR AS setuju memakzulkan Trump. Untuk dakwaan penyalahgunaan kekuasaan, dari total 435 anggota DPR AS yang mengikuti voting, 230 suara menyetujui dan 197 suara lainnya menolak.

Baca Juga :  Audy Joinaldy : Mentawai Terkenal dengan Harmonisasi Keberagaman, Kerukunan Antar Umat Beragama

Untuk dakwaan menghalangi Kongres AS dalam menyelidiki upaya menekan Ukraina agar menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, rival politik Trump yang berpotensi jadi penantangnya dalam pilpres 2020 mendatang, hasil voting menunjukkan 229 suara mendukung dan 198 suara menolak.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here