BANDUNG – BERITATERKINI.co.id – Mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra resmi mengajukan permohonan Justice Collaborator (JC) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Cirebon.

Ia tak terima dirinya dituding sebagai koruptor. Sunjaya berjanji akan membongkar praktik korupsi anak buahnya, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) sampai jajaran para kepala dinas.

“Justru yang koruptor itu bukan Bupati Cirebon, tetapi dari mulai Sekda dan para kepala dinas,” ucap Sunjaya di Bandung belum lama ini.

Sunjaya juga mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung karena merasa dirinya dizalimi oleh KPK. Dia mengaku bahwa bukan dirinya yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, melainkan mantan ajudannya Deni Syafrudin yang menerima uang Rp116 juta dari Gatot Rachmanto.

Kembali kepada masalah kasus korupsi yang dilakukan anak buahnya di Pemkab Cirebon, Sunjaya siap membuka semuanya jika permohonan JC diterima oleh KPK.

Dalam catatan yang ditulis tangan dan diterima Beritaterkini.co.id, Sunjaya membeberkan secara lengkap perilaku korupsi para bawahannya di Pemkab Cirebon. Berikut daftarnya:

Baca Juga :  Disdik Medan Kunjungan Belajar Terkait Pendidikan Karakter dan Literasi Budaya ke Tanah Datar Sumbar

1. Mantan Sekda Cirebon, Yayat Ruhiyat yang selalu meminta uang kepada para kepala dinas dalam setiap tahunnya yang jumlahnya mencapai Rp1 miliar-Rp1,5 miliar. Uang yang dikumpulkan akan disetorkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Cirebon sebagai uang ketok palu pengesahan APBD dan APBD Perubahan. Bahkan kata Sunjaya, kebiasaan itu kemudian dilanjutkan oleh Sekda Cirebon berikutnya, Rahmat Sutrisno.

2. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kalinga kerap meminta uang dalam setiap promosi jabatan. Jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

3. Asisten III Bidang Umum Pemkab Cirebon, Eri Kusaeri bekerja sama dengan Kepala BKAD, Wawan dan Sekda kerap mengumpulkan uang dari sejumlah kepala dinas.

4. Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Hartono bersama Inspektorat Hendra Nirmala bekerja sama dengan para kontraktor untuk meminta fee dari setiap proyek di lingkungan Pemkab Cirebon.

5. Suleha Nugraha bersama eks Wakil Bupati Cirebon, Nurasik yang dianggap sebagai koordinator kontraktor sering meminta jatah fee kepada kontraktor dengan modus menjual nama Bupati.

Baca Juga :  Bupati Sergai Berikan Bantuan Kebutuhan Pokok ke Panti Jompo

6. Kepala Dinas Perhubungan, Abraham Muhammad menerima uang sebesar Rp500 juta dari kontraktor dalam proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dinas Perhubungan.

7. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Avif Suhendian dan Kepala Bidang PUPR, Suparman sering mengambil uang dari Nurasik yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah dari sejumlah proyek yang dikerjakan kontraktor.

8. Direktur RSUD Waled Cirebon, dr Bambang Sumardi juga mendapatkan fee dari proyek Rumah Sakit tersebut.

9. Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Mujiarto menerima uang dari Direktur RSUD Waled sebesar Rp100 juta dari Rp1 miliar yang diminta. Uang tersebut untuk mengawal dana bantuan provinsi sebesar Rp26 miliar dan diberikan di Rumah Dinas Bupati di Pendopo Cirebon.

Sunjaya mengaku masih banyak nama-nama lain di lingkungan Pemkab Cirebon yang belum ia sebutkan, dan siap dibongkar kepada KPK.

 

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here