JAKARTABERITATERKINI.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa tidak ada motif balas dendam dalam upaya untuk mencari Juru Bicara KPK yang baru, menggantikan Febri Diansyah.

Pasalnya saat ini Febri juga rangkap jabatan sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK.

“Apanya yang dendam, orang saya enggak ada hubungan sebelumnya sama Mas Febri,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, Selasa, (24/12/2019).

Menurut dia, KPK memberikan pilihan kepada Febri apakah mau jadi Juru Bicara atau Kabiro Humas KPK.

Baca Juga :  Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Ia menambahkan saat ini terdapat enam posisi lain yang kosong, seperti Kepala Biro Hukum, Direktur Penyelidikan, Deputi Penindakan, Direktur Pengaduan Masyarakat, Direktur Pengolahan Informasi dan Data (PINDA) dan Deputi INDA. Semua posisi tersebut saat ini dijabat oleh pelaksana tugas.

Terkait pengisian jabatan, ia mengungkapkan bahwa di KPK ada program Indonesia Memanggil. Ia menuturkan siapa saja bisa mendaftar. Lebih lanjut, ia pun menargetkan posisi yang kosong itu akan diisi oleh orang baru pada pertengahan Januari 2020.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tinjau Penataan Kawasan dan Pembangunan Terminal Multifungsi di Labuan Bajo

“Meski pegawai KPK berstatus ASN, namun tetap sebagaimana lelang jabatan yang dibiasakan oleh KPK agar mendapat personel yang kapabel. Kita lelang terbuka tapi jabatannya ASN,” ungkap Ghufron.

“Maksudnya, seandainya ada di lembaga lain yang statusnya ASN mau ikut lelang, itu dimungkinkan, baik di internal juga bisa,” tambahnya.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here