JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono mengatakan bahwa kelompok masyarakat di Papua yang berniat akan memerdekakan diri dan memisahkan dari Indonesia sebagai masalah serius yang harus segera ditangani pemerintah.

“Kasus Papua merdeka ini sudah masuk dalam kategori kritis,” ujar Hendropriyono di Mabes TNI AD belum lama ini.

Dia menegaskan bahwa gerakan separatisme di Papua sudah mulai mencari perhatian internasional. Bahkan baru-baru ini salah media di Australia kata dia, memberitakan soal Papua yang dinilainya sangat provokatif.

Baca Juga :  Kapten Chk James C.D.T., S.H (Ketua Timkumdam XIV/Hsn) : “Penegakan Hukum Dimulai Dari Penyuluhan Hukum Yang Bertujuan Mencegah Dan Meminimalisasi Terjadinya Pelanggaran Hukum"

“Kondisi seperti itu memang yang diharapkan kelompok sparatis. Mereka ingin mendapat pengakuan di mata internasional. Oleh karena itu, aparat keamanan Indonesia tidak boleh lalai menangani kasus ini,” tutur Hendropriyono.

“Jangan dianggap enteng seruan dari komandan pasukan mereka itu yang menamakan dirinya Tentara Nasional Papua Barat, TNPB,” imbuhnya.

Oleh karena itu, penyandang bintang empat TNI itu menganggap sparatis tersebut bukan lagi sebagai Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB), melainkan sudah tergolong pemberontak.

Pasalnya kata dia, bukan hanya aparat yang menjadi objek untuk dihabisi, tetapi masyarakat biasa juga menjadi korban pembantaian.

Baca Juga :  Sambangi Gedung KPK, Jaksa Agung Ingin Tingkatkan Kerja Sama Penanganan Korupsi

“Kita masih saja menggangap mereka kelompok kriminal bersenjata. Padahal mereka ini adalah pemberontak,” tegasnya.

Hendropriyono pun meminta agar pemerintah bisa lebih serius dalam menangani masalah Papua. Terutama dalam hal diplomasi internasional. Agar tidak ada dukungan terhadap gerakan sparatis Papua.

“Mestinya OPM itu sudah masuk ke list teroris internasional. Karena sudah membunuh rakyat yang tidak berdosa dan mengerti apa-apa. Mereka bunuh tentara polisi, rakyat juga dibunuh,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here