JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani perkara korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Burhanuddin mengatakan saat ini penanganan perkara korupsi Jiwasraya sudah masuk dalam tahap penyidikan.

“Sampai saat ini saya tidak pernah mendengar kami akan gandeng tangan dengan KPK. Yang pasti kami akan tangani sendiri. Ini sudah tahap penyidikan,” ujar Burhanudin di kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, (27/12/2019).

Baca Juga :  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kemenag Bantu APD ke RS Haji Jakarta

Sebelumnya, Kejagung juga menemukan potensi kerugian negara sampai Rp[13,7 triliun dalam kasus korupsi yang terjadi di perusahaan plat merah tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menduga bahwa kasus gagal bayar PT Asuransi  Jiwasraya (Persero) memiliki dimensi kriminal. Karena itu, dia akan melibatkan aparatur hukum untuk melakukan penanganan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Dalam hal ini, seluruh data-data yg diperoleh dan dilakukan untuk tujuan penegakan hukum. Serta akan kami sampaikan kepada Kepolisian, Kejaksaan, dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin, (16/12/2019).

Baca Juga :  FPD : Wake up call dari Mas Ibas

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi (cenderung di atas nilai rata-rata), berkisar antara 6,5 persen sampai dengan 10 persen, sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp 53,27 triliun.

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here