JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan enggan memberikan komentar banyak soal penagkapan dua pelaku penyiraman air keras kepada dirinya pada 11 April 2017 silam.

“Saya tentu tidak bisa menilai saat ini, tapi saya sekarang menunggu proses lanjutannya saja,” kata Novel Baswedan.

Namun Novel melihat ada sesuatu yang aneh dalam penangkapan terhadap dua pelaku yang sudah menjadi tersangka tersebut.

Baca Juga :  Rocky Gerung Sebut Langkah PDIP Siapkan Risma Jegal Anies di Pilkada DKI Akan Gagal

“Saya seharusnya mengapresiasi kerja Polri, tapi keterlaluan bila disebut bahwa penyerangan hanya sebagai dendam pribadi sendiri dan tidak terkait dengan hal lain, apakah itu tidak lucu dan aneh?” tambah Novel.

Penyelidikan kasus Novel Baswedan sudah melalui penyelidikan dan penyidikan panjang sejak April 2017. Ada 7 kali olah TKP, ada 37 saksi diperiksa dan beberapa kali tim dibentuk.

Baca Juga :  Jadi Ketua KPK, Istana Minta Firli Bahuri Mundur dari Polri

Namun, Novel enggan berkomentar lebih jauh mengenai proses tersebut

“Saya tidak akan terlalu banyak berkomentar lagi, nanti penasihat hukum saja yang menyampaikan pernyataan,” ucap Novel.

3 KOMENTAR

  1. Thanks for a marvelous posting! I certainly enjoyed reading it, you happen to be a great author.
    I will ensure that I bookmark your blog and may come back later in life.
    I want to encourage you to ultimately continue your great job, have a nice evening!

    Feel free to surf to my homepage; upgrade matric

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here