JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan bahwa ada pihak yang ingin menggiring opini jika seolah-olah Presiden Joko Widodo mendapatkan keuntungan dari skandal PT Asuransi Jiwasraya yang berpotensi merugikan negara sampai Rp13,7 triliun.

“Yang kita stop oknum-oknum yang merampok Jiwasraya. Ya mohon maaf banyak diplesetkan dibilang Pak Jokowi yang ambil, istana yang ambil,” ujarnya saat ditemui di Posko Pengungsi Teluk Naga, Tangerang, Minggu (05/01/2020).

Baca Juga :  Komandan Kodikopsla Kodiklatal Tinjau Lattek Olah Yudha Operasi Amphibi Siswa Diklapa dan Dikmatra II

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen akan membongkar skandal yang terjadi di perusahaan plat merah tersebut.

“Ini kan jangan jangan kita balik yang teriak-teriak ini jangan-jangan yang ketakutan ini dibongkar. Mungkin akan banyak oknum-oknum yang gerah selama ini jarah Jiwasraya dan sekarang Jaksa Agung proses hukum mulai masuk,” tambahnya.

Erick menjelaskan, dari pihak Kementerian BUMN untuk membenahi Jiwasraya pertama akan dibentuk holdingisasi. Dengan begitu, holding di atas Jiwasraya bisa mengalirkan dana untuk menyelamatkan nasabah.

Baca Juga :  Audy Joinaldy Dekatkan Hati dengan Warga Nagari Sumpur Kudus

“Langkah pertama holdingisasi Jiwasraya akan ada cash flow kurang lebih Rp 1,5-2 triliun. Sehingga nasabah yang selama ini tidak ada kepastian akan ada dana bergulir. Sebab tidak boleh distop,” terangnya.

2 KOMENTAR

  1. Excellent post. I used to be checking continuously this blog and I am inspired!
    Very helpful info specially the final part 🙂 I take care of
    such information much. I was seeking this particular
    info for a long time. Thank you and best of luck.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here