JAKARTA – BERITATERKINI.co.id – Presiden Joko Widodo tidak bisa menyembunyikan kekesalannya karena ternyata harga gas untuk industri masih sangat mahal.

Padahal kata dia, dirinya sudah meminta menteri terkait agar membuat harga gas lebih murah bagi para pelaku industri.

Jokowi mengaku ingin berkata kasar, tapi akhirnya nggak jadi. Dirinya menyebut gas merupakan modal pembangunan industri nasional. Jadi seharusnya harganya tidak terlalu mahal agar industri dalam negeri bisa bersaing.

Baca Juga :  Dituntut 7 Tahun Penjara Oleh JPU KPK, Ajay Harapakan Majelis Hakim Memberi Keputusan Yang Adil

“Saya sudah beberapa kali kita berbicara mengenai ini, tetapi sampai detik ini kita belum bisa menyelesaikan mengenai harga gas kita yang mahal,” ujar Jokowi saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (06/01/2020).

“Dan perlu saya sampaikan gas bukan semata-mata sebagai komoditas, tapi juga modal pembangunan yang akan memperkuat industri nasional kita,” imbuh dia.

Presiden menegaskan produk dalam negeri masih kalah bersaing dibandingkan negara lain, karena salah satunya diakibatkan mahalnya harga gas. Jokowi menambahkan, pemerintah harus segera memutuskan strategi yang akan dilakukan demi menekan harga gas. Dia tak ingin mahalnya harga justru melindungi mafia gas.

Baca Juga :  Setelah Dituntut 7 Tahun Oleh JPU KPK, Majelis Hakim Jatuhkan Vonis 2 Tahun Kepada Ajay M Priatna

“Kalau tidak segera diputuskan ya akan gini terus. Pilihannya kan hanya dua, melindungi industri atau melindungi pemain gas. Saya tadi mau ngomong yang kasar tapi nggak jadi,” kata Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here