JAKARTABERIATERKINI.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan teringat kepada sikap tegas Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sengketa Pulau Ambalat tahun 2005 silam.

Menurut Syarief, SBY tidak mau sedikitpun berkompromi jika menyangkut soal kedaukalan NKRI.

“Kasus Natuna ini mengingatkan saya terhadap kasus Ambalat, 2005-2006 ya. Di mana pada saat itu SBY sangat tegas, bahwa kalau menyangkut kedaulatan NKRI maka tidak ada istilah kompromi, maka mereka semua keluar dari teritorial kedaulatan NKRI,” kata Syarief kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (07/01/2020).

Baca Juga :  Blusukan ke Pasar, Amerta Siap Bantu UMKM Lebih Mandiri

Kata Syarief, SBY waktu itu langsung menaiki kapal perang dan mendatangi perbatasan Malaysia untuk siap menyatakan perang melawan Malaysia.

Syarief melanjutkan ketegasan SBY itu berbuah hasil yang baik dan berakhir lewat jalur diplomasi.

“SBY berhasil, bahkan SBY dulu pernah di kapal perang berhadapan dengan perbatasan Malaysia. Waktu itu kalau mau perang ayo perang, pada saat itu. Tapi repsons Malaysia pada saat itu dan kita juga ingin supaya menyelesaikan memulai diplomatik,” ujar Wakil Ketua MPR itu.

Baca Juga :  Gerindra Tak Keberatan NasDem Undang Anies ke Kongres

Selain itu, dalam masalah Natuna Presiden Joko Widodo juga menunjukkan ketegasan yang sama.

Dia pun meminta agar Menko Polhukam Mahfud MD dan Menhan Prabowo Subianto mengikuti sikap tegas Jokowi demi menjaga kedaulatan NKRI.

“Jadi (Mahfud dan Prabowo) harus lebih dipertegas lagi ya, lebih dipertegas lagi,” tuturnya.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here