20, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Penghapusan Festival Danau Toba, Ibarat Tak Pandai Menari Tapi Retak Lantai Disalahkan

2 min read

Oleh : Sarma Hutajulu, SH                                 (Anggota DPRD Sumut Periode 2014-2019 )

MEDAN – BERITATERKINI.co.id – Danau toba sebagai kawasan strategis nasional diharapkan menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan sebagaimana target 10 destinasi wisata yang sedang digenjot pemerintah pusat. Program tersebut harusnya didukung oleh Pempropsu maupun Pemda sekawasan danau toba lewat berbagai event wisata maupun budaya.

Festival danau toba menjadi salah satu acara rutin yg dilakukan sejak dulu dalam rangka memperkenalkan danau toba ke penjuru dunia. Sayangnya event FDT tersebut akan ditiadakan ditahun ini karena setiap tahun Pempropsu gagal mengemas acara tersebut menjadi acara yang menarik wisatawan.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Empat Proyek Jalan di Bengkalis, KPK Tetapkan 10 Orang Tersangka

Selama ini acara FDT hanya dijadikan proyek semata karena tidak menjadikan masyarakat dan Pemkab sekawasan danau toba menjadi subjek atau pemilik event tersebut dan hanya dijadikan penonton. Padahal faktor pendukung kesuksesan event tersebut salah satunya lewat partisipasi masyarakat dengan keragaman budaya, kuliner, produk khas yang mereka miliki untuk disuguhkan kepada para wisatawan.
Ini ibarat pepatah, tak pandai menari maka lantai yang yang disalahkan.

Waktu yang sangat minim hanya persiapan enam bulan menjadi alasan juga untuk mendukung peghapusan FDT. Padahal jika kita ikuti pemberitaan pelaksanan FDT yang dilaksanakan bulan Desember lalu, tender proyek tersebut dilakukan pada bulan Nop 2019 dan hanya diberikan waktu tak sampai satu bulan mempersiapkannya. Apakah waktu 6 bulan tak cukup mempersiapkan sebuah event agar bisa terselenggara dengan baik?

Baca Juga :  Kejari Kampar Lakukan Diversi Terkait Perkara Anak, JPU Wulan : Bijaklah Dalam Bermedsos

Seingat saya dalam pengesahan APBD 2020 yang disahkan oleh DPRD Propinsi Sumut bulan September 2019, program FDT dan peringatan hari ulos menjadi program yang sudah disahkan dalam rapat banggar dan rapat Paripurna DPRD Sumut.
Apakah anggaran yang sudah disahkan bersama tersebut bisa dianulir secara sepihak oleh eksekutif?

Pencoretan ini menunjukkan minimnya komitmen Pempropsu dalam upaya percepatan pembangunan kawasan wisata dikawasan danau toba.

Saatnya rakyat dikawasan danau toba meminta pertanggung jawaban Pempropsu lewat Dinas Pariwisata.

(AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *