27, Februari 2020
Ekonomi

Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda Indonesia, Bagi-bagi Jabatan?

JAKARTABERITATERKINI.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir membantah jika penunjukan Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama dan Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai bagian dari bagi-bagi jabatan.

Menanggapi itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, permasalahan Garuda ada dua, dari bisnis dan proteksi ketenagakerjaan khususnya perempuan.

“Kadang-kadang kan asumsinya dibolak-balik. Apa sih kondisi Garuda? Garuda itu kan ada dua hal. Tidak hanya di bisnisnya ada permasalahan, tapi juga tentu dengan proteksi ketenagakerjaan yang khususnya untuk kaum wanita,” katanya di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (23/01/2020).

Baca Juga :  Ini Alasan Erick Thohir Tunjuk Komjen Condro Kirono Jadi Komisaris Pertamina

Dia menjelaskan, penunjukan Triawan Munaf sebagai Komut Garuda diharapkan bisa membawa inovasi bagi perusahaan plat merah tersebut.

“Tentu alasannya kalau Pak Triawan jelas, beliau itu sebuah figur yang berinovasi, industri kreatif dan di era Garuda saat ini kan persaingannya sudah bukan hanya pesawat saja. Di mana, Garuda itu banyak implemen-implemen teknologi yang harus disiapkan. Itu juga ada hubungan bagaimana kita berpartner dengan banyak pihak swasta juga,” paparnya.

Sementara, Yenny dipilih karena sosoknya yang berjuang untuk perempuan.

“Kalau Ibu Yenny nggak usah dipertanyakan lah. Dia figur wanita yang bagus. Di mana dengan ada Bu Yenny tentu sekarang pramugari, front office perempuan, paling tidak ada yang melindungi atau ada yang bisa diajak bicara. Khususnya Bu Yenny itu backgroundnya jelas, pergerakan, dan Bu Yenny itu posisinya Komisaris Independen, wakil publik,” ujarnya.

Baca Juga :  Bereskan Jiwasraya dan Asabri, Erick Thohir Mengaku Mendapatkan Sejumlah Ancaman

Erick kemudian menepis, dipilihnya Yenny terkait dengan isu pramugari saat ini. Ia tidak menyoroti masalah dari kasus per kasus.

“Saya nggak mau comment case per case. Tapi kan tadi apa yang dilakukan penuh dengan objektif lah. Bukan karena hal ini dan hal itu. Sama saja saya datang ke sini bukan karena kepentingan apa-apa. Bagaimana kita bisa mensinergikan daripada industri yang ada hari ini,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *