Connect with us

Hukum

Ketua KPK Akan Hentikan Sejumlah Kasus Korupsi, Apa Saja?

Published

on

JAKARTABERITATERKINI.co.id – Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pihaknya akan menghentikan penyidikan sejumlah kasus dugaan korupsi, karena dianggap tidak layak untuk dilanjutkan.

“Muaranya nanti adalah seketika perkara tersebut memang tidak layak dilanjutkan, karena UU 19/2019 disebut batas waktunya dua tahun,” ujar Firli dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, Senin (27/01/2020).

Ia menegaskan penghentian penyidikan kasus tersebut untuk memberikan kepastian hukum kepada tersangka.

Baca Juga :  Gelombang Penolakan RUU HIP di Daerah

“Tentu ini akan kita bahas Pak, karena jangan sampai orang ditetapkan tersangka sudah bertahun-tahun, perkaranya enggak maju-maju. Kita ambil kepastian dengan berpedoman syarat-syarat penghentian penyidikan,” kata Firli.

Firli menjelaskan, akan menghentikan kasus dengan landasan KUHAP, yakni tidak memenuhi unsur tindak pidana dan tidak cukup alat bukti. Dengan begitu, kata Firli, KPK bisa menghentikan kasus yang tidak ditemukan kerugian negara.

“Misal seharusnya ada hitungan kerugian negara, kerugian negara sampai hari ini tidak ada ya kita hentikan karena tak cukup bukti,” ucap Firli Bahuri.

Baca Juga :  Kejati Lampung Lakukan Puldata Dan Pulbaket Deposito APBD Lampung Selatan

Ia menjelaskan jika penetapan tersangka kepada orang didasarkan kepada bukti permulaan yang cukup.

“Karena sesungguhnya yang disebut tersangka, tersangka adalah karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan cukup atau diduga sebagai pelaku pidana. Kalau enggak ada ya kita hentikan saja,” kata Firli.

“Jelas sikap kita Pak, kita tak mau menggantung-gantung status orang,” imbuhnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kejari Kampar Lakukan Diversi Terkait Perkara Anak, JPU Wulan : Bijaklah Dalam Bermedsos

Published

on

By

KAMPAR, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar berhasil melakukan Diversi ( Pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses Peradilan Pidana ke proses di luar Peradilan Pidana, Perkara anak dengan kasus Ujaran sarana kebencian dengan tersangka AM (17 tahun), pada senin (28/9/2020).

Usai melaksanakan Diversi, Kajari Kampar Suhendri SH. MH, melalui Jaksa Penuntut Umum Wulan Widari Indah, SH saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, bahwa Perkara yang berhasil kita Diversikan pada hari ini adalah Perkara anak menyangkut Pasal 45 A ayat 2 tentang UU ITE, dimana tersangka menyatakan Ujaran Kebencian di media sosial di Facebook,” ujarmya.

Baca Juga :  Habib Rizieq Mengaku Dicekal, Ini Kata Mahfud MD

“Setelah kita lakukan Diversi pada hari ini Alhamdulillah berhasil, Ulama di Kabupaten Kampar memaafkan dan tersangka berjanji tidak akan mengulanginya kembali,” sambung Wulan.

Wulan juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam bermedsos, jangan sampai ada memposting ujaran Kebencian terhadap agama, Ras atau kelompok tertentu,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kasikan Afrizal BR (Pelapor) saat dikonfirmasi awak media usai melakukan Diversi mengatakan, bahwa selaku umat Islam tentu kita memberikan maaf sesuai dengan norma – norma yang terkandung dalam agama.

“Kita memaafkan orang yang betul – betul minta maaf dan tidak akan mengulanginya kembali. Kita berharap semua bisa bijak dalam bermedsos agar tidak terjadi hal – hal yang negatif,” harapnya.

Baca Juga :  Terkait 3 Oknum Kades OTT Beberapa Waktu Lalu, Kejaksaan Kampar Kembalikan Berkas

Disisi lain, hal tersebut ayah tersangka juga menyampaikan, bahwa pihaknya berterima kasih kepada semua pihak terutama Kejaksaan Negeri Kampar yang telah menyelesaikan perkara ini dengan cara persuasif (perdamaian) atau Diversi, sehingga perkara ini selesai tanpa proses pengadilan,” ucapnya.

Dari pantauan, turut hadir Kasi Pidum Kejari Kampar, Sabar Gunawan, JPU Wulan Widari Indah, pihak Kepolisian Polres Kampar, Bapas, Pekerja Sosial, serta Kedua belah pihak. (Edi/**)

Continue Reading

Berita

5.785 Pil Ekstasi, 2 Kg Sabu dan Enam Pelaku Diciduk Ditresnarkoba Polda Sumbar

Published

on

By

Padang, BeritaTerkini.co.id – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap peredaran Narkotika jaringan Internasional. Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 6 (enam) orang pelaku serta barang bukti sebanyak 5.785 butir pil ekstasi, 2 kilogram lebih sabu dan uang tunai Rp.588 juta dan 2 (dua) unit mobil.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, SIK melalui Dirnarkoba Kombes Wahyu Sri Bintoro, SIK mengatakan, terungkapnya jaringan Narkoba Internasional ini bermula dari penangkapan seorang pelaku Narkotika berinisial SY di Kota Padang pada hari Senin 10 Agustus 2020 yang lalu.

“Kita mengamankan 800 gram Sabu dari pelaku SY. Kepada penyidik, dia bernyanyi jika mendapatkan barang haram tersebut dari seorang berinisial YY yang tinggal di Pekanbaru. Setelah tim menyelidiki, YY ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polisi,” kata Kombes Pol Wahyu Sri Bintoreo kepada awak media di halaman Mapolda Sumbar, Senin (21/09/20).

Baca Juga :  Gelombang Penolakan RUU HIP di Daerah

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas menangkap salah seorang pelaku dengan inisial OT (37) yang berprofesi sebagai sopir pada hari Kamis 03 September 2020 yang lalu di pinggir jalan Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, ucap Kombes Pol Wahyu.

Dari tangannya, diamankan satu butir pil ekstasi dan 1 (satu) bongkahan kecil Sabu yang dibungkus dengan uang pecahan Rp.2.000, 1 (satu) unit mobil Honda CRV serta satu unit handphone, ujar Kombes Pol Wahyu.

Lanjut Kombes Pol Wahyu, Usai mengamankan pelaku OT, petugas langsung melakukan pengembangan dan mendapatkan identitas pelaku YY (38) selaku bandar dan otak dari jaringan yang tertangkap ini. Petugas pun bergerak ke Pekanbaru untuk mengamankan pelaku YY berikut seorang wanita berinisial SZ (24) yang berperan sebagai pengatur uang.

“Ketiga pelaku langsung digiring ke Mapolda Sumbar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kombes Pol Wahyu.

Baca Juga :  Eks Pimpinan KPK Sebut Pemerintah Mau Sembunyikan Masalah Korupsi dengan Isu Radikalisme

Saat melakukan penangkapan di rumah pelaku YY, petuga juga menangkap tiga pria lainnya yang saat itu akan membeli barang kepada YY yakni, RB, EF dan AN, tambah Kombes Pol Wahyu.

“Dari tangan keenam pelaku ini, kita dapat barang bukti berupa pil ekstasi sebanyak 5.785 butir, sabu 2 kilogram lebih, buku rekening tabungan, ATM, handphone dan juga 2 (dua) unit mobil yang digunakan oleh para pelaku serta uang sekitar Rp.588 juta,” terang Kombes Pol Wahyu.

Para pelaku, terancam pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 jo pasal 137 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman paling rendah lima tahun dan maksimal 20 tahun,” pungkas Kombes Pol Wahyu sambil mengahiri.

 

 

-Robbie-

Continue Reading

Berita

Kejari Kampar Terima Pelimpahan Perkara, Penadah Barang Curian Sound System Masjid

Published

on

By

KAMPAR, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar menerima Tahap II (terima pelimpahan tersangka dan penyerahan barang bukti) perkara penadah barang curian sound system Mesjid Nurul Iman Desa Pangkalan Serik dari Polsek Siak Hulu Kamis (17/9/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Jaksa Fungsional, Jumieko Andra mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menerima berkas perkara penadah barang curian dengan 1 orang Tersangka yang ditangkap di wilayah Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

“Benar, jelang siang tadi kami terima, Para terdakwa akan sesegera mungkin kita limpahkan ke Pengadilan,” ujar Jumieko pada awak media, Kamis (17/9/2020).

Baca Juga :  Gelombang Penolakan RUU HIP di Daerah

Lebih lanjut, Jumieko mengungkapkan bahwa perkara yang dilimpahkan merupakan perkara hasil penangkapan dari Polsek Siak Hulu di atas nama Dedi Antoni. Tersangka ditangkap atas kepemilikan barang curian sejumlah sound systim di Masjid Nurul Iman.

“Jadi tersangka membeli barang curian berupa Radio Merk Asatron warna hitam, Kotak DVD Merk TANATA, KOtak Mixer Audio, Colokan Mixer Radio, Colokan DVD, dan Colokan Ampli dari seseorang yang masih DPO. Ketika itu pihak Masjid mengetahui dan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib di daerah Siak Hulu,” bebernya.

Baca Juga :  Habib Rizieq Mengaku Dicekal, Ini Kata Mahfud MD

Menelaah berkas perkara tersebut, dirinya menjelaskan bahwa terdakwa terancam hukuman pidana maksimal empat tahun. Hal itu berdasarksan atas perbuatan yang dilakukannya.

“Terdakwa terancam hukuman pidana Empat tahun, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 480 Ke-1 Jo Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” pungkasnya. (Edi/**)

Continue Reading

Trending