Dari hasil operasi tangkap tangan itu, petugas menyita barang bukti uang tunai Rp 40.000.000,00 dan cek bertuliskan nilai nominal Rp 1.445.000.000,00.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/3/2020), membenarkan adanya OTT tersebut. “Ya memang benar,” kata dia lewat telepon seluler.

Baca Juga :  Kunjungi RSPAD, Kanwil Kumham Jabar Pastikan Setya Novanto Sedang Menjalani Perawatan

Dalam kasus ini, pihaknya mengamankan tiga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perkim Kabupaten Labuhanbatu.

Ketiganya yakni, Zefri Hamsyah yang merupakan Staf di Bagian Umum Dinas Perkim Kabupaten Labuhanbatu (selaku penerima), Kurnia Ananda berperan sebagai supir yang mengantarkan Zefri Hamsyah, dan Faisal Purba yang merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Perkim Labuhanbatu.

“Faisal Purba yang memerintahkan Zefri Hamsyah dan Kurnia Ananda untuk mengambil uang di lokasi penangkapan,” ucapnya.

Dikatakan Kombes Pol Rony Samtana lebih lanjut, ketiga tersangka diduga telah melakukan tindak pidana korupsi terkait pungutan liar (Pungli) untuk mempercepat proses pembayaran 100 % atas proyek pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, tahun anggaran (TA) 2019.

Baca Juga :  KPK Dikabarkan Ringkus Politikus PDIP Harun Masiku

“Masih kita periksa dulu, sabar ya,” ujarnya.

Dalam kasus OTT ini, pihaknya mengamankan uang tunai sebesar Rp 40.000.000 yang dimasukkan dalam amplop coklat yang bertuliskan Ilham Nasution, PT Telaga Pasir Kuta dan cek yang bertuliskan angka nominal Rp 1.445.000.000,00.

(M-01)