30, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Pentingnya Soliditas Bangsa Melawan Corona

4 min read

Oleh: Arfanda Siregar

MEDAN – BERITATERKINI.co.id – Mengharukan, di tengah centang perenang soliditas dan solidaritas bangsa , keteladanan dilakukan oleh sejumlah anak muda yang berinisiatif pribadi tanpa menyebut lembaga apapun, membagi-bagi masker gratis kepada masyarakat di kawasan Bundaran HI, Jakarta beberapa hari lalu.

Di tengah ancaman virus korona yang menyerang warga ibukota dan ditengah kemusnahan masker di seantero apotik, mereka bukakan mata kita atas praktik nyata soliditas bangsa menghadapi serbuan virus korona yang mulai memakan korban tak berdosa.

Rasa soliditas bangsa berkaitan dengan rasa sepenanggungan dan seperasaan anak bangsa menghadapi persoalan bangsa. Seluruh anak bangsa bersatu padu menghadapi musuh berama, saling membahu, tanpa saling menghunjat, mengejek, dan melemahkan dengan berbagai komentar yang kontraproduktif.

Seperti sejarah perjuangan melawan negara kolonial pada masa perjuangan bangsa, tak satu pun elemen bangsa dari berbagai daerah, organisasi, agama, dan kepercayaan yang tak seia sekata memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.Semuanya brsepakat : penjajah harus ditumpas dan dihapuskan !
Dalam kontek sekarang, rasa soliditas bangsa sangat rapuh meskipun musuh bangsa berbentuk nanoorganisme yang tak dapat diraba dan dirasa oleh pancaindra. Namun invasinya, lebih dahsyat dari penjajahan bangsa asing jika tidak diantisipasi bersama-sama. Pengalaman negara lain seperti China, Italia, dan Iran membuktikan ribuan warganya tewas oleh keganasan virus tersebut hanya dalam hitungan hari.

Soliditas bangsa justrus terkoyak ketika bangsa ini menghadapi keganasan Corona. Saling menyalahkan, mengejek, dan menyepelekan dari satu komponen masyarakat kepada pemerintah sering kali membuat keadaan makin runyam. Di media sosial bertebaran, hoaks-hoaks berjudul bombastis dan isi menyeramkan, seperti rumah sakit yang sudah menolak pasien suspek corona, kematian mendadak pengemudi ojek online, ejekan kepada presiden yang dianggap gagal mengendalikan virus, dan lain sebagainya.

Lebih parah lagi, banyak pernyataan negatif malah berasal dari wakil rakyat, pimpinan partai politik, dan tokoh yang sebenarnya punya kemampuan menenangkan masyarakat, baik menggunakan privilege jabatan, maupun jaringan yang dimiliki. Malah dari waktu ke waktu sibuk mengomentari sepak terjang pemerintah mengantisipasi sebaran virus korona. Seolah-olah di matanya pemerintah selalu salah, hanya mereka yang paling benar, ironis.

Baca Juga :  Progres Kesiapan RSPAD Dalam Penanganan Covid-19 I TNI AD 60’’

Dalam konteks ilmu komunikasi, pakar manajemen internasional Peter Ferdinand Drucker pernah mengatakan, “The most important thing in communication is hearing what isn’t said.” Kita belum melihat kemampuan komunikasi empatik para tokoh tersebut dalam menyerap apa yang tak terucapkan oleh publik selaku audiens.

Mereka hanya sibuk menjaga citra diri di hadapan rakyat yang kebingungan dan ketakutan atas serangan virus yang meluluhlantakkan roda kehidupan berbagai negara di dunia.
Mereka tidak tahu bahwa rakyat membutuhkan ketenangan, dukungan, dan panduan langkah yang harus diambil sesuai kebijakan pemerintah, bukan mengkritisi. Apapun skenario pemerintah, meskipun tidak memuaskan banyak pihak tetap menjadi keputusan bersama yang harus dilaksakan seketika. Apa salahnya para politikus, wakil rakyat, dan para oposan pemerintah memanfaatkan saluran informasi yang biasa digunakan, seperti media sosial dan media mainstream mendukung kebijakan pemerintah. Jikapun ada diantara kebijakan tersebut kurang pas bisa disalurkan secara resmi. Sebagai pejabat tinggi negara, sepertinya tak susah melakukan komunikasi kepada presiden. Bukan malah sebaliknya, menjadi media sosial sebagai sarana menjatuhkan wibawa pemerintah.

Sampai saat ini pemerintah Indonesia terus berjibaku mengatasi wabah virus korona baru (Covid-19). Pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Reaksi Cepat Penanggulangan Korona yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai institusi terdepan mengeluarkan Indonesia dari serangan virus corona.

Beberapa kebijakan seperti, meliburkan anak-anak yang sekolah agar belajar di rumah harus didukung berbagai pihak sebab tak mudah mengondisikan siswa berdiam diri di rumah. Apalagi, kebiasaan bangsa kita yang mengganggap libur sebagai sarana berleha-leha dan berwisata menjadi tantangan merealisasikannya. Kebijakan lain, seperti himbauan kepada warga tidak memborong makanan untuk persediaan jangka panjang juga sulit dilaksanakan di tengah warga yang panik.

Baca Juga :  Dewan Pembina IMO-Indonesia ; Perpu No 1 Th 2020 Memperkuat Daya Tahan dan Ekonomi Lebih Kompetitif

Kebersamaan dan soliditas sebagai sebuah bangsa dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi korona di Indonesia merupakan antivirus terampuh melawan virus corona. Berbagai kebijakan yang sudah dibuat oleh pemerintah memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya yang mempunyai kekuatan politik, seperti partai.

Salah satu bentuk soliditas tersebut berupa dukungan dan kerja sama dari masyarakat serta semua kekuatan politik untuk bahu-membahu menghadapi Covid-19. Seluruh elemen bangsa, khususnya partai politik, baik yang merupakan koalisi maupun oposisi pemerintah harus berkerjasama dan sama berkerja menghadapi virus tersebut. Dalam kondisi sekarang, sesungguhnya tak ada lagi partai koalisi dan oposisi sebab musuhnya hanya satu : virus corona.

Covid-19 ini bukan perkara sepele, jika tidak dihadapi bersama-sama, maka ribuan nyawa anak bangsa terancam. Jika juga dendam politik masa lalu masih ingin di salurkan agar pemerintah sekarang jatuh, tentu berbahaya bagi masa depan bangsa. Jangan sampai hanya keinginan menjatuhkan pemerintah, nyawa rakyat dikorbankan. Soliditas partai politik saat ini dapat dilakukan melalui deklarasi partai politik mendukung pemerintah melawan corona.
Soliditas bangsa menghadapi corona telah dicontohkan oleh para milenial yang membagi masker kepada warga. Meskipun bukan tokoh, wakil rakyat, dan petinggi partai di negeri ini, namun mampu berbuat nyata di tengah warga. Meskipun sepele, namun bisa jadi mampu menyelamatkan nyawa manusia. Apalagi mereka yang mempunyai kekuatan di negeri ini bisa mencontoh mereka, tentu pengaruhnya lebih dahsyat. Semoga.

(M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *