25, Oktober 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

STN & PRD Sumsel Meminta Para Aparat Penegak Hukum Agar Segera Dapat Mengungkap Misteri Dugaan Penyiraman Air Keras Terhadap Anggota STN Campang Tiga Ulu

2 min read

Korban tengah menjalani perawatan secara intensif di ruang ICU.

Palembang, Beritaterkini.co.id| Masih hangat terdengar diteliga mengenai kasus Novel Baswedan tentang penyiraman air keras. Malam tadi tepatnya pada Jumat (19/06/2020), seorang pejuang agraria di Kabupaten OKU Timur mengalami hal yang sama sekujur tubuhnya kuat dugaan di siram cuka para (air keras) oleh oknum yang tak dikenal.

Erisyadi atau lebih di kenal dengan nama Kiyai Bojek selama ini dikenal sebagai salah satu anggota aktif di Serikat Tani Nasional (STN) Desa Campang Tiga Ulu Kabupaten OKU Timur. Ia juga kenal sebagai salah satu pejuang agraria yang berperan aktif dalam memperjuangkan tanah milik masyarakat Campang Tiga Ulu yang bersengketa dengan PT LPI. Sabtu, (20/6/2020)

Begitu, malang nasib yang dialami Erisyadi ketika semalam setelah pulang dari bepergian. Kira-kira pada Pukul 21.30 WIB, ketika korban hendak masuk ke dalam rumah dan baru saja datang seketika itu pula korban di siram dengan cuka para (air keras) tepat mengenai wajah dan sekujur tubunya.

Baca Juga :  Anggota DPR RI, HBK Salurkan Bantuan Air Bersih Kepada Warga Terdampak Kekeringan

Akibat insiten tersebut, wajah dan sekujur tubuh korban mengalami luka bakar yang cukup parah. Setelah pelaku melakukan penyiraman terhadap korban pelaku langsung kabur melarikan diri.

Terkait kasus penyiraman tersebut, Muhammad Asri Lambo selaku Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Sumsel menyatakan usut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap anggota STN Campang Tiga Ulu Kabupaten OKU Timur.

” STN meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Sebab selama ini anggota STN yang tersiram cuka para adalah anggota aktif yang memperjuangkan konflik agraria khususnya yang terjadi di Campang Tiga Ulu Kabupaten OKU Timur. Kami menduga kejadian ini ada kaitannya dengan persoalan konflik agraria yang sedang STN Tangani”. tegas Ketua STN Sumsel.

Sementara itu, Jaimarta selaku Ketua PRD Sumsel mengecam dan mengutuk keras atas tindakan penyiraman air keras terhadap pejuang agraria anggota STN ini.

Baca Juga :  Dalam Rangka HUT Jalasenastri ke 74 Tahun 2020 Pengurus Jalasenastri Kodiklatal Gelar Kegiatan Donor Darah.

” Ini merupakan kali kedua di Sumatera Selatan terjadi penyiraman air keras terhadap aktivis pejuang rakyat. Hal ini adalah preseden buruk bagi demokrasi apabila kasus ini tidak selesai dan juga bila di hubungkan dengan konflik Agraria yang di tangani oleh Erisyadi atau Kiyai Bojek seharusnya ini bisa segera di selesaikan oleh pemerintah kabupaten OKU Timur”. dipertegas oleh Ketua PRD Sumsel.

Informasi yang kami terima dari sanak keluarga dan anggota STN Campang Tiga Ulu Kabupaten OKU Timur bahwasanya saat ini korban tengah menjalani perawatan secara intensif di ruang ICU Rumah Sakit Muhammad Husain Palembang. Dengan kondisi luka bakar yang cukup parah. (Danu/Beritaterkini)

Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *