WWW.BERITATERKINI.CO.ID, Kehadiran Jokowi memimpin Indonesia membuat Singapura tidak bisa berkutik yang sebelumnya negara Indonesia hanya jadi sapi perah bagi Singapura.

Untuk menguasai ekonomi ASEAN, Singapura telah memposisikan diri sebagai negara sattelit barat Dengan jaringan mereka yang kuat Negara dengan luas lebih kecil dari kabupaten Lombok Utara (NTB) itu berhasil menguasai perekonomian ASEAN dengan cara mendirikan pelabuhan terbesar dan tersibuk untuk mendulang pundi pundi yang besar bagi negaranya.tetapi dibalik itu semua yang membuat negara yang terletak diselat malaka ini kaya adalah dana dana orang Indonesia yang tersimpan dengan aman dinegara tersebut.

Negara dengan jumlah penduduk 5,6 juta lebih ini dijuluku Heaven For Corruptors (HFC) terutama bagi koruptor koruptor Indonesia.sudah hampir setengah abad lamanya triliunan uang dari Indonesia terpatri dinegara itulah alasan kenapa Singapura tidak pernah mau tanda-tangan perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

Perkirakan ada 4 ribu triliun rupiah dana orang Indonesia yg parkir di Singapura, arus dana itu mengalir derastis saat kejatuhan pak Harto dari kursi presiden yaitu ratusan triliun lebih, dengan undang undangnya moneter negaranya,Singapura memposisika diri menjadi pengaman bagi uang mafia koruptor Indonesia.

Cilakanya uang-uang itu dipakai untuk membeli perusahaan Indonesia juga seperti Telkomsel, BII, Danamon, Indosat dan lain2.

Singapura dapat untung 8 triliun dgn menjual BII kepada Maybank. Danamon lebih gila lagi. Dulu tahun 2003 mereka belinya hanya 3 triliun, sekarang nilai jual Danamon lebih dari 50 triliun.

Singapura sangat ahli memperdaya pejabat2 militer dan pemerintahan kita ,Kalau hanya untuk bangun pelabuhan sebesar Singapura, Indonesia sejak dulu lebih mampu membangun pelabuhan tersebut, pertanyaannya kenapa gak bisa ? Karena memang sengaja di lemahkan supaya kita terus impoten dibidang ekonomi..

Saat ada pejabat negara yang kompeten,profesional dan bersih serta ingin mengimbangi dominasi Singapura di Asia Tenggara, pada saat itu pula bermunculan LSM dan ORMAS bayaran yang menentang kebijakannya,pejabat tersebut diganggu dan dikepung terus sampai pejabat tersebut lengser dari jabatannya.

Semenjak Jokowi menjadi Presiden, Singapura kena batunya dan mulai merasa ada yg salah pada perhitungan mereka ketika mereka tidak banyak bermain di pilpres 2014. Mereka tidak berhitung , ” Siapa sih Jokowi ?” Tukang meubel, kerempeng, bukan dr keturunan orang terhormat dan kaya. Jelas Singapura pegang Prabowo lah. Apalagi di barisannya banyak pejabat2 lama yg selama ini menjadi boneka2 mereka.

Jokowi, putra asli Solo itu menang dalam pilpres 2014 lalu, Singapura salah perhitungkan, mereka tidak mengira kalau Jokowi Tegas, visioner dan tidak bisa di beli. Kesalahan perhitungan Singapura terhadap Jokowi harus di bayar mahal. Dengan UU Tax Amnesty, potensi ribuan triliuan rupiah akan terbang dari Singapura dan mudik ke kampungnya.

Ketakutan Singapura terhadap Indonesia akan lebih terasa 10 tahun lagi, ketika Indonesia selesai dengan infrastrukturnya mulai pelabuhan, keuangan sampai pariwisata, maka Indonesia akan menjadi Guliver yang sadar sebagai raksasa dan Singapura adalah liliput dan itu semua karena Jokowi yang mampu membuat Singapura berada dibawah ketiak Indonesia.(Red/Aj)

Penulis
Ir. IP. Sudiarsa Boy Arsa, ST.,MT.,IAI
(Gerakan Pengusaha Jokowi)

18 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here