SUKABUMI, WWW.BERITATERKINI.CO.ID
Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDIP Kabupaten Sukabumi Dewek Sapta Anugrah mengirimkan surat pengunduran diri sebagai pengurus PDIP. Ini dilakukan Dewex, karena beda pilihan dengan partainya terkait dukungan dalam pilkada Kabupaten Sukabumi.

Dalam surat tertanggal 10 Septmber yang ditandangani diatas materai 6 ribu ini, Dewek mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus DPC PDIP Kabupaten Sukabumi periode 2019-2024. Dalam surat yang ditujukan kepada DPC PDIP Kabupaten Sukabumi juga dituliskan pengunduran diri ini, berdasarkan permohonan rekomendasi pemecatan No. 572/IN/DPC.05-19.A/IX/2020.

Dewex mengaku mundur karena beda pilihan dengan PDIP di Pilkada Kabupaten Sukabumi. Dewek secara pribadi lebih memilih mendukung pasangan petahana Marwan Hamami – Iyos Somantri yang diusulkan oleh koalisi Partai Golkar, PKS, Demokrat dan Nasdem.

“Saya memang hadir diacara deklarasi Marwan Iyos. Saya menghargai pilihan PDIP, sehingga saat itu tidak menggunakan atribut partai, melainkan memakai atribut ormas yang memang mendukung Marwan-Iyos di Pilkada Kabupaten Sukabumi,” tegas Dewex melalui pesan singkat, Kamis (9/9/2020).

BACA JUGA: Abu Bakar – Sirojudin Punya Jargon Harmoni di Pilkada Sukabumi, Ini Maknanya

Baca Juga :  PKUB Kementerian Agama Adakan Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat/Adat di Sorong.

“Di Pilkada ini saya dan PDIP beda pilihan, saya memilih mundur dari PDIP,” sambungnya.

Aktivis GMNI ini juga mengirimkan berkas surat pemanggilan dirinya oleh DPD PDIP Jawa Barat pada tanggal 9 September 2020 silam dalam rapat bidang kehormatan partai. Dalam surat tersebut ia diminta hadir atas rekomendasi pemecatan yang dibuat DPC PDIP Kabupaten Sukabumi.

Sebelum Daftar di Pilkada Sukabumi

DPC PDIP menilai langkah Dewex yang hadir di acara deklarasi Marwan Iyos sebagai sikap tidak taat terhadap rekomendasi Ketua Umum PDIP Megawati dan keputusan DPP PDIP di Pilkada Kabupaten Sukabumi. PDIP telah menurunkan keputusan mendukung dan mengusung pasangan Abu Bakar Sidik dan Sirojudin bersama-sama dengan PKB dan PPP di Pilkada Kabupaten Sukabumi.

Dewex pun mengirim narasi panjang tentang sikap politiknya ini;

Ya dalam garis kepartain memang kita memiliki aturan main tersendiri dan ada sistem yg memang harus kita laksanakan guna kebesar partai, tapi jikalau sistem itu berjalan tanpa keputusan yang tidak collective collegial juga tidak baik jika berdasar pada kemufakatan. Jikalau misalkan dalam kontestasi pilkada hari ini banyak kader atau simpatisan yg berbelot maka seharunya ada upaya evaluasi bersama untuk bagimana merawat dan merajut kembali komunikasi itu dgn para kader dan simpatisan agar turut serta berjuang dalam suksesi pasangan yg di usung oleh partai. Adapun perbedaan pilihan ini juga harus jadi perhatian, dukungan yg dilakukan ini berdasarkan sikap politik kepartain atau organisasi lain yg si kader ikuti selain partai kan begitu, nah makanya tugas ini lebih kepada management komunikasi

Baca Juga :  Inilah Empat Pesan Presiden Jokowi Untuk Penerima Beasiswa LPDP

Hingga berita ini diturunkan, redaksi sukabumiupdate.com masih berusaha mengkonfirmasi hal ini kepada Ketua dan Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Sukabumi.

Catatan redaksi : Naskah mengalami perubahan pada pukul 17.19 WIB. Ada penghilangan sejumlah kata yang intinya, Dewek Sapta Anugrah mundur sebagai pengurus DPC PDIP Kabupaten Sukabumi. (Red/Aj)

Penulis : Supryadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here