Connect with us

Berita

Ciptakan Pilkada Lamsel Jurdil dan Bersih, Advocat M.Ridho, SH, MH Harapkan Bawaslu Bekerja Maksimal

Published

on

LAMPUNG SELATAN, WWW.BERITATERKINI.co.id-Pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada Desember 2020 mendatang diharapkan dapat mewujudkan demokrasi yang damai, langsung, umum, bersih, jujur dan adil (luber dan jurdil).

Dalam situasi di tengah wabah pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia tentunya menjadi tantangan baru bagi Penyelenggara khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk mewujudkan demokrasi yang dicita-citakan masyarakat. Maka harus didukung semua pihak agar Pilkada mendatang dapat berjalan dengan baik, lancar dan damai.

Patut diperhatikan oleh seluruh elemen masyarakat agar Pilkada berjalan baik. Seperti sejumlah temuan yang telah dilaporkan ke Bawaslu oleh warga terkait dugaan pelanggaran oknum ASN menyikapi sebuah acara bakal calon kepala daerah yang akan maju pada kontestasi mendatang. Salah satunya yaitu kabar berita tentang beredarnya surat undangan atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Kecamatan Natar yang ditujukan kepada Kepala Desa, KUPT, Korluh, Korwil se-Kecamatan Natar, Lamsel, tertanggal 11 September 2020, dengan nomor surat ; 005/179/VII.01/2020 perihal undangan angkonan muakhi Nanang Ermanto.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, BAKUMHAM Partai Golkar Lampung Siap Kawal Kandidat dari Golkar

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Muhammad Ridho, SH, MH, yang menilai bahwa acara Nanang Ermanto tersebut cenderung bersifat pribadi dan di luar acara kedinasan atau Pemerintah.

“Yang bersifat PRIBADI akan lebih dominan, daripada program Pemkab Lamsel sendiri, adapun surat tersebut di tandatangani oleh Camat Natar. Jangan sampai hal-hal seperti ini luput dari pengawasan Bawaslu dan ornamen-ornamen masyarakat yang berharap demokrasi ini bersih dan baik”, kata Ridho yang juga sebagai the advocate team TEC, Selasa (15/9/2020) malam.

Lebih jauh lagi, pria yang akrab disapa Ridho ini menegaskan indikator netralitas pada ASN.

“Pengukuran netralitas pada Aparatur Sipil Negara (ASN) dibagi menjadi empat indikator, yaitu netralitas dalam karir ASN, netralitas dalam hubungan partai politik, netralitas pada kegiatan-kegiatan kampanye dan netralitas dalam pelayanan publik.

Dari empat indikator tersebut, pelanggaran netralitas sering terjadi pada indikator ketiga, yakni netralitas kegiatan ‘kampanye’. Pada indikator tersebut terdapat beberapa poin yang merinci mengenai kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh ASN dalam menjaga netralitasnya”, ungkapnya.

Baca Juga :  KPK Telusuri Penemuan Tas Bertuliskan 'Pemprov DKI Jakarta' dalam Kasus Gratifikasi Eks Gubernur Kepri

Selain itu, Advocat muda ini berharap agar Bawaslu dapat bekerja dengan maksimal pada setiap tahapan pilkada 2020.

“Kami berharap Bawaslu memaksimalkan pengawasan di setiap acara atau perkumpulan-perkumpulan yang melibatkan ASN dan calonkada dalam bentuk apapun, agar tetap terwujud pilkada yang bersih dan netralitas ASN yang terjaga dan baik”, tandas Ridho.

Sebelumnya Ketua Bawaslu Lampung Selatan telah mendapat informasi tentang beredarnya surat undangan dari Camat Natar guna memobilisasi kehadiran para Kepala Desa/KUPT/Korluh/Korwil se-Kecamatan Natar pada acara Nanang Ermanto yang saat ini sebagai Bakal Calon Bupati Lampung Selatan, dan Ia (Hendra Fauzi-red) berjanji segera menindaklanjuti temuan informasi tersebut.

“Terimakasih infonya, segera di TL”, kata Hendra kepada awak media, Senin (14/9/2020).

Redaksi-Seno

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

*Menteri PPN Ikuti Rapat Tingkat Menteri Membahas Persiapaan Pelaksanaan Vaksin*

Published

on

By

JAKARTA, WWW.BERITATERKINI.CO.ID, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengikuti Rapat Tingkat Menteri melalui video konferensi yang membahas mengenai Persiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, pada hari Kamis, 1 Oktober 2020.

Dalam hasil Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang berlangsung pada 15 September 2020 ada beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti mengenai vaksinasi ialah menghitung penyediaan vaksin Covid-19, melengkapi exercise kebutuhan vaksinasi Covid-19, menajamkan penahapan sasaran vaksinasi Covid-19, dan menyusun berbagai opsi rencana operasional vaksinasi Covid-19 sesuai ketersediaan vaksin Covid-19.

Mengenai masalah vaksinasi ini, Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan agar perencanan vaksinasi ini secara detail di persiapkan dalam dua minggu ini.

“Perencanaan vaksinasi yang detail sudah siap dalam dua minggu ini, mencakup kapan dimulai, lokasi, siapa yang melakukannya, siapa yang mendapatkan prioritas, sehingga pelaksanaan di lapangan dapat langsung diimplementasikan,” ujar Presiden Joko Widodo saat memimpin Ratas Penanganan Covid-19 dan PEN, tanggal 28 September 2020.

Baca Juga :  AMPG Lampung Kawal Musda Ke-X Golkar Lampung Utara

Berdasarkan data yang diterima oleh Bappenas, kasus Pandemi di Indonesia hingga saat ini, masih terus meningkat.

Terhitung hingga 27 September 2020 lalu, rata-rata kasus aktif di Indonesia sebesar 22,46%, lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang sebesar 23,13%. Untuk rata-rata kematian di Indonesia sudah menurun di angkat 3,77%.

Sedangkan rata-rata kesembuhan di Indonesia sebesar 73,76%, sedikit lebih rendah dibandingkan kesembuhan dunia (73,85%).

Saat ini standar pengobatan telah mengacu ke pada standar dari Kementerian Kesehatan, baik di ICU, ruang isolasi, dan wisma karantina.

Lebih lanjut, Rapat Tingkat Menteri ini juga membahas mengenai pokok-pokok diskusi seperti suplai vaksin, sasaran vaksinasi, pembiayaan, dan mekanisme pelaksanaan.

Baca Juga :  Takut Diejek Masyarakat, Presiden Jokowi Hati-hati Pilih Dewan Pengawas KPK

Karakter vaksin yang akan digunakan untuk pencegahan virus ini menggunakan rekomendasi dari WHO.

“Dalam konteks penanganan pandemic, WHO memberikan kelonggaran kepada vaksin-vaksin yang ‘kurang ideal’ untuk tetap dapat dipakai,” ujar Menteri Suharso.

Untuk mekanisme pelaksanaannya Menteri berharap vaksinasi dapat digerakkan melalui kampanye yang masif di faskes, selain itu perlu ada edukasi mengenai vaksin Covid-19 termasuk menghindari isu hesitancy.

“Kita perlu memperluas lagi edukasi mengenai vaksin Covid-19, termasuk mengenai isu hesitancy dan juga isu tidak lagi mematuhi protokol kesehatan, perlu ada strategi khusus untuk melaksanakan vaksinasi di daerah-daerah yang sulit,” tutup Menteri. (Red/Aj)

Penulis : Boy A

Continue Reading

Berita

Kasrem 162/WB Hadiri Peluncuran Lomba Kampanye Sehat

Published

on

By

MATARAM, WWW.BERITATERKINI.CO.ID, Inovasi berupa Lomba Kampanye Sehat yang diluncurkan oleh Polda NTB mendapat apresiasi dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Terobosan Kapolda NTB itu dinilai menjadi yang pertama di Indonesia. Lomba Kampanye Sehat ini, memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat dalam penyelenggaraan kampanye oleh Paslon Bupati dan Wakil Bupati maupun Walikota dan Wakil Walikota.

“Polda NTB tidak berhenti untuk terus melakukan inovasi dan Alhamdulillah kampanye sehat ini merupakan satu terobosan yang saya kira yang pertama di Indonesia, dan mudah-mudahan akan mendapat apresiasi juga,” ungkap Gubernur dalam sambutannya saat meresmikan Lomba Kampanye Sehat di Lapangan Tenis Mapolda NTB, Rabu (30/9/2020).

Dalam rangka mewujudkan kampanye sehat, pada kesempatan tersebut, Gubernur berharap kepada jajaran Polda NTB untuk mengusut tuntas akun-akun media sosial yang tidak bertanggung jawab yang kerap kali meresahkan masyarakat.

“Karena khawatirnya itu bukan akun dari paslon tertentu, tetapi malah akun dari konsultan sosial media yang dengan akun mesin sosial medianya itu bisa mengaduk emosi masyarakat kita,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua KPK Firli Bahuri ; Peran Strategis RRI Dalam Mewujudkan Gerakkan Rakyat Anti Korupsi

Dengan adanya kampanye sehat kata Gubernur, tidak hanya menyehatkan fisik saja akan tetapi juga menyehatkan rohani dan spiritual.

“Terimakasih pak Kapolda dan pak Kasrem, aktivis-aktivis yang jadi pimpinan KPUD dan Bawaslu. Mudah-mudahan dengan seringnya kita bersama akan menghadirkan kondusivitas bagi masyarakat NTB,” tutup Gubernur mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Kasrem 162/WB Kolonel Armed I Made Kariawan yang mewakili Danrem 162/WB, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap inovasi kampanye sehat tersebut.

“Kami di Korem 162/WB mendukung apa yang sudah diprogramkan, apa yang sudah direncanakan dan yang sudah diinisiasikan oleh Kapolda,” ungkap Kasrem saat memberi sambutan.

Apa yang telah diinisiasi oleh Kapolda NTB ini dinilai sebagai suatu program yang sangat baik, terlebih dalam menghadapi dan mencegah penyebaran Covid-19 pada ajang kampanye nanti.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi contoh dan tauladan bagi daerah lainnya,” ujarnya

Tidak hanya Gubernur NTB dan Korem 162/WB, Polda juga mendapat apresiasi dari KPU Provinsi NTB dan Bawaslu Provinsi NTB atas terobosannya itu.

“Saya dan teman-teman di Bawaslu sebetulnya merasa iri dengan bapak Kapolda, selalu punya cara untuk berinovasi, untuk bagaimana kemudian memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat NTB,” ungkap Ketua Bawaslu Provinsi NTB, M. Khuwailid

Baca Juga :  Sentuhan Rawan Atmaja Pimpin Kicau Mania NDT Satu Dekade, Sukes Lestarikan Satwa

Tidak hanya itu, Khuwailid juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Paslon Kepala Daerah di tujuh Kabupaten/Kota di NTB yang melaksanakan Pilkada tahun 2020 atas komitmen menjalankan kampanye dengan memprioritaskan protokol kesehatan Covid-19.

Kapolda NTB Irjen Pol. M Iqbal mengemukakan bahwa telah menjadi tugas TNI dan Polri dalam melakukan berbagai upaya yang optimal bersama pemerintah daerah dalam memelihara keamanan dan ketertiban Pilkada serentak.

Kapolda menerangkan bahwa kampanye sehat merupakan salah satu upaya bersama untuk menekan angka penularan virus Corona di NTB.

“Pilkada saat ini bukan Pilkada biasa, namun ini adalah Pilkada yang istimewa.

Oleh karena itu perlu dilakukan juga langkah-langkah yang istimewa juga, pada 13 hari yang lalu di halaman ini juga melakukan deklarasi dan komitmen bersama bahwa siap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya. (Red/Aj)

Penrem 162/WB

Penulis : Boy A

Continue Reading

Berita

Presiden Jokowi Tinjau Penataan Kawasan dan Pembangunan Terminal Multifungsi di Labuan Bajo

Published

on

By

LABUAN BAJO, WWW.BERITATERKINI.CO.ID, Peninjauan berlangsung saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 1 Oktober 2020.

Presiden Joko Widodo meninjau sejumlah pengembangan prasarana yang berada di Kampung Ujung, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo dalam kunjungannya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 1 Oktober 2020.

Di lokasi tersebut, Kepala Negara meninjau perkembangan penataan kawasan setempat melalui pembangunan dan penataan jalan, pedestrian, tepi pantai, serta drainase pendukung.

“Di situ kita tata trotoarnya, pelabuhan lama yang semuanya kita rombak, kita pindah ke pelabuhan yang baru di Wae Kelambu. Kita harapkan tahapan yang pertama akan selesai di akhir tahun 2020 kemudian tahapan kedua akan selesai di tahun 2021,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Sentuhan Rawan Atmaja Pimpin Kicau Mania NDT Satu Dekade, Sukes Lestarikan Satwa

Sebelum melakukan peninjauan di Kampung Ujung, Kepala Negara diketahui terlebih dahulu meninjau sejenak kawasan Pelabuhan Labuan Bajo.

Dari Kampung Ujung, rangkaian kunjungan kerja tersebut kemudian berlanjut pada peninjauan kawasan dan sarana gedung di Batu Cermin yang berjarak kurang lebih 5,3 kilometer dari lokasi peninjauan pertama.

Kegiatan penataan di lokasi tersebut telah dimulai pelaksanaannya pada 16 Maret 2020 lalu. Saat ini perkembangan penataan telah mencapai 47 persen dan akan terus berproses ke depannya.

“Di sini memang dibangun di titik-titik kawasan yang telah ditentukan, yang telah direncanakan tahun yang lalu. Ini sudah dimulai, seperti sekarang yang kita lihat ini di kawasan Batu Cermin yang sudah dimulai seperti ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Takut Diejek Masyarakat, Presiden Jokowi Hati-hati Pilih Dewan Pengawas KPK

Selain itu, Kepala Negara dan rombongan terbatas juga sejenak meninjau proyek pembangunan terminal multifungsi yang berada di daerah Wae Kelambu. Terminal tersebut nantinya akan fokus dan diperuntukkan untuk mendukung aktivitas bongkar muat peti kemas kapal.

Selepas peninjauan sejumlah prasarana tersebut, Presiden Joko Widodo akan menyerahkan bantuan modal kerja bagi para pelaku usaha mikro dan kecil dari Labuan Bajo.

Mendampingi Presiden dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat. (Red/Aj)

Penulis : Boy A

Continue Reading

Trending