29, November 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Bertambah Satu Orang Pekerja Meninggal Pasca Kecelakaan Pembangunan Gedung RSI Unisma

2 min read

PONOROGO, WWW.BERITATERKINI.CO.ID
Pasca terkait kecelakaan kerja dalam proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma yang menelan anggaran lebih 92 Milyar. Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang setelah terjadi nya Pasca kecelakaan kerja yang terjadi di proyek RSI Unisma pada hari Selasa (8/9/2020) yang lalu, Disnaker-PMPTSP sudah menurunkan tim gabungan untuk melakukan investigasi terkait kejadian tersebut.

Dimana Dinas Ketenagajerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang langsung menghentikan proyek pembangunan RSI Unisma. Karena proyek yang baru saja menelan korban jiwa itu ternyata belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Perlu diketahui bahwa status tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja tersebut telah memakan korban jiwa sebanyak lima orang tenaga kerja, dan pihak kontraktor yaitu PT Dwi Ponggo Seto yang berkantor di Ponorogo masih melakukan analisa forensik di tempat kejadian perkara bersama pihak kepolisian.

Baca Juga :  Rumah Warga Kampung Simpang Asam, Kec. Banjit Way Kanan Lenyap Dilalap Si Jago Merah

Lebih lanjut, PT Dwi Ponggo Seto, telah dua kali bekerjasama dengan pihak pelaksana. Pada kerjasama sebelumnya, pihak pelaksana melakukan pembangunan gedung Pascasarjana. Untuk kerjasama yang kedua terkait pembangunan gedung rumah sakit. Dalam kerjasama ini dilaksanakan secara bertahap.

Dimana terkait pembangunan rumah sakit Unisma akan dibangun sembilan lantai. Namun saat ini sudah terbangun sekitar enam lantai. Dan disinyalir proyek pengerjaan nya kurang perencanaan dan terlalu terburu-buru serta Penunjukan proyek tender sepihak atau Penunjukan langsung oleh pihak pelaksana.

Disisi lain di Ponorogo Jawa timur Proyek pembangunan Jembatan sepanjang 220 meter yang akan berdiri di atas sungai Bengawan Solo yang mana akan menghubungkan Desa Luwihaji Bojonegoro dengan Desa Medalem Blora ambruk.

Ambruknya jembatan tersebut adanya besi penyangga untuk tiang pancang beton melengkung dan tidak kuat untuk menyangga pembangunan Jembatan Luwihaji ambruk dan menimpa beberapa pekerja

Baca Juga :  KARANTINA MALAYSIA DIPERPANJANG, KARANTINA PERTANIAN PERKETAT BMI MUDIK KE INDONESIA

Hal ini dikabarkan melalui Video yang direkam oleh warga dan menyebutkan bahwa kejadian tersebut di Dukuh Ngluwak Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Menurut informasi warga di Kecamatan Ngraho yang mengetahui peristiwa tersebut menyebutkan bahwa, Peristiwa dalam tayangan video tersebut,  diduga dikarenakan Besi Untuk Ram yang mengelilingi tiang pancang atau disebut besi esher dan belum di tali hingga ambruk. “Itu Vidio sudah 3 hari lalu mas,” Kata Salah satu warga Kecamatan Ngraho yang namanya enggan disebutkan.

Proyek pembangunan Jembatan ini dikerjakan oleh PT Dwi Ponggo beralamat di Jogjakarta, dengan nilai Proyek sekitar Rp 90 Miliar yang pekerjaannya saat ini mencapai proses pengerjaan pemasangan tiang jembatan.

Redaksi : Aj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *