26, November 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

LSM Jarrak Sumbar Minta Tempat Hiburan Malam Ditutup, Tak Sanggup Mundur

2 min read

Padang, BeritaTerkini.co.id – Ketua Lembaga Syawada Masyarakat Jaringan Reformasi Rakyat Sumatera Barat (LSM Jarrak Sumbar) William Nursal Devarco angkat bicara terkait ketidak keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Padang dan Instansi terkait lainnya dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Minggu (04/10/20).

William Nursal Devarco mengatakan, Pemerintah Kota Padang yang dipimpin oleh Plt Hendri Septa melalui Sat Pol PP Padang serta Instansi lainnya diminta untuk lebih serius menegakkan Perda nomor 5 tahun 2012 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Pada Perda tersebut terdapat Bab VIII Pasal 73 point 1 yang berbunyi, Pendirian tempat usaha karaoke, klub malam, diskotik atau panti pijat, dilarang berada dalam radius 200 (dua ratus) meter dari tempat Ibadah dan Sekolah. Begitu juga pada Pasal 73 point 2 yang berbunyi, waktu tutup jam operasi untuk usaha, karaoke, klub malam, diskotik paling lambat jam 02.00 WIB, ungkap William.

Baca Juga :  KPK Geledah Apartemen Harun Masiku Tersangka Suap Komisioner KPU, Ini yang Ditemukan

“Laporan dari tim LSM Jarrak Sumbar dilapangan, rata-rata tempat hiburan malam di Kota Padang buka sampai pukul 04.00 WIB, salah satunya Damarus. Bos Damarus ini pernah juga ribut-ribut dengan petugas”, lanjut William.

Ketua LSM Jarrak Sumbar menambahkan, merazia ke tempat hiburan malam, jangan dimulai pukul 23.00 WIB. Tapi dimulai pukul 01.30 WIB. Kalau razianya dimulai pukul 23.00 WIB, ya mana ketemu tempat hiburan malam yang melanggar Perda tersebut.

Baca Juga :  Angka Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Terus Meningkat

“LSM Jarrak Sumbar menantang dan mendesak Pemko Padang untuk dapat lebih serius lagi dalam menegakkan Perda tersebut dan menutup tempat hiburan malam yang tidak miliki izin, serta yang melanggar Perda tersebut”, tegas Ketua LSM Jarrak Sumbar.

Apabila Pemko Padang melalui Sat Pol PP serta instansi lainnya tidak sanggup untuk menutup tempat hiburan malam yang melanggar Perda tersebut, lebih baik angkat bendera putih alias mundur dari jabatannya, terang William sambil mengahiri.

 

-Robbie-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *