5, Maret 2021

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

Ini Ungkapan Kepala Staf Kepresidenan Bapak Jenderal (purn) Moeldoko

1 min read

WWW.BERITATERKINI.CO.ID

KENAPA YG KATANYA DIBILANG PAKAR PAKAR TIDAK TELITI DALAM MEMBACA UU CIPTA KERJA

Dalam pasal Pasal 154A pemutusan hubungan kerja dapat terjadi karena alasan:

a. perusahaan melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, atau pemisahan perusahaan;

b. perusahaan melakukan efisiensi;

c. perusahaan tutup yang disebabkan karena perusahaan mengalami kerugian;

d. perusahaan tutup yang disebabkan karena keadaan memaksa (forcemajeur).

e. perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang;

Baca Juga :  Andi Surya: Metro Perlu Program Rumah Sederhana Bagi Warga Kurang Mampu

f. perusahaan pailit :

g. perusahaan melakukan perbuatan yang merugikan pekerja/buruh;

h. pekerja/buruh mengundurkan diri atas kemauan sendiri :

i. pekerja/buruh mangkir :

j. pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan,
atau perjanjian kerja bersama :

k. pekerja/buruh ditahan pihak yang berwajib :

l. pekerja/buruh mengalami sakit berkepanjangan atau cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelahmelampaui batas 12 (dua belas) bulan :

Baca Juga :  Kapolresta Banyumas Serahkan "Sepeda Motor Roda Tiga" Untuk Penyandang Disabilitas

m. pekerja/buruh memasuki usia pensiun : atau

n. pekerja/buruh meninggal dunia.

Namun, dapat dipastikan di dalam Pasal 156 tertuang :��”

Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.” (Red/Aj)

Penulis : Boy Arsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *