28, November 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

SUSAH BERSABAR DAN BAHAGIA BERSYUKUR. JANGAN LUPA DIRI ATAS KENIKMATAN

2 min read

WWW.BERITATERKINI.CO.ID
[Jangan Putus Asa Dari Rahmat Allah]
Segala sesuatu yang telah ditakdirkan akan menimpa seseorang, tidak mungkin luput darinya.

Segala sesuatu yang tidak ditakdirkan baginya, tidak mungkin akan menimpanya.

Inilah yang dimaksudkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ

“Hendaklah engkau tahu bahwa sesuatu yang ditakdirkan akan menimpamu, tidak mungkin luput darimu.

Dan segala sesuatu yang ditakdirkan luput darimu, pasti tidak akan menimpamu.”

Jika demikian, tidak perlu seseorang merasa putus asa dari apa yang tidak ia peroleh.

Karena jika itu ditakdirkan, pasti akan terjadi. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ

“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu”

Jika memang engkau kehilangan Hpmu yang berharga, tidak perlu bersedih karena inilah takdir yang terbaik untukmu.

Siapa tahu engkau kelak akan mendapatkan ganti yang lebih baik. Engkau belum kunjung diangkat jadi PNS, jadi khawatir pula karena memang itu belum takdirmu.

Baca Juga :  *Anggota Militer Dan PNS Beserta Ibu-Ibu Jalasenastri Terima Jam Komandan*

Engkau belum juga diterima di universitas pilihanmu, jangan pula khawatir karena takdir Allah sama sekali tidaklah kejam.

Tidaklah perlu bersedih terhadap apa yang luput darimu.

Jangan pula terlalu berbangga dengan nikmat yang kita peroleh karena itu sama sekali bukanlah usaha kita.

Itu semua adalah takdir yang Allah tetapkan dan rizki yang telah Allah bagi.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ

“Dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu”

Janganlah menjadikan nikmat Allah sebagai sikap sombong dan membanggakan diri di hadapan lainnya. Itulah selanjutnya Allah Ta’ala berfirman,

وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”

Sebagai penutup dari sajian ini, ada penjelasan yang amat bagus dari Asy Syaukani rahimahullah. Beliau mengatakan,

“Janganlah bersedih dengan nikmat dunia yang luput darimu.

Baca Juga :  Festival Wirausaha Muda Denpasar Ditutup, 71 Peserta Menjadi Wirausaha Muda

Janganlah pula berbangga dengan nikmat yang diberikan padamu. Karena nikmat tersebut dalam waktu dekat bisa sirna.

Sesuatu yang dalam waktu dekat bisa sirna tidak perlu dibangga-banggakan.

Jadi tidak perlu engkau berbangga dengan hasil yang diperoleh dan tidak perlu engkau bersedih dengan sesuatu yang luput darimu.

Semua ini adalah ketetapan dan takdir Allah … Intinya, manusia tidaklah bisa lepas dari rasa sedih dan berbangga diri.”

Jadi tidak perlu berbangga diri dan bersedih hati atas nikmat Allah yang diperoleh dan luput darimu.

Pahamilah bahwa itu semua adalah takdir Allah, tak perlu sedih.

Itu semua adalah yang terbaik untuk kita, mengapa harus terus murung.

Itu semua pun sewaktu-waktu bisa sirna, mengapa harus berbangga diri.

Semoga bisa bermanfaat bagi kita dan semakin menenangkan hati yang sedang sedih.

Redaksi : Aj
Penulis : Boy Arsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *