28, November 2020

Berita Terkini

Bersama Membangun Bangsa-Kritis, Faktual dan Independen

KESATRIA KERIS MENENTANG KERAS DEMO ANARKIS, LEBIH-LEBIH MENGATASNAMAKAN RAKYAT BALI.

2 min read

DENPASAR, WWW.BERITATERKINI.CO.ID,
Dengan semakin meluasnya aksi demo penolakan UU Cipta Kerja oleh berbagai elemen masyarakat termasuk di Bali membuat Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali, Jro Ketut Putra Ismaya Jaya yang begitu getol membela tanah Bali tidak mau tinggal diam.

Lebih-lebih sampai ada selebaran/ poster yang mengatasnamakan rakyat Bali mengajak berbuat rusuh.

Menurutnya itu sangat-sangat keliru.”Kita tahu bahwa rakyat Bali itu suka damai dan tidak mau berbuat anarkis.

Apalagi yang diperjuangkan ini kepentingan buruh yang ada di pusat,sedangkan kita di Bali kebanyakan terjun di sektor Pariwisata yang apabila dicemari dengan tindakan anarkis akan menambah parah perekonomian kita.

Baca Juga :  Wagub Chusnunia Dukung Pemkab Way Kanan, Jaga┬áStabilitas Perekonomian dan Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Kita tidak melarang demo, namun kalau sudah sampai bikin rusuh akan sangat merugikan Pariwisata kita di mata dunia yang sudah mulai bangkit dari pengaruh pandemi ini.”pungkas Ismaya.

Saat ditanya sejauh mana dampak buruk dari nasib buruh dengan disahkannya UU Omnibus Low, khususnya klaster ketenagakerjaan, Ismaya mengaku belum memahami isi pasal demi pasal secara mendetail.

“Memang saya belum sempat bacanya secara lengkap,tapi menurut berita di media, ada dua belas pasal yang membuat gaduh yang ternyata itu pasal hoax.

Kedua menurut Bapak Jokowi, UU ini sangat bagus untuk membuat kesejahteraan semua pihak baik pihak buruh maupun pihak pengusaha/ investor dalam menghadapi persaingan global kedepannya.

Baca Juga :  Kembali Lagi Artis Terjebak DiProstitusi Online, Tarif Artis Berinisial VS Rp 30juta

Untuk itu tiang harapkan kepada adik-adik Mahasiswa jangan sampai terprovokasi dan terseret arus berita hoax.

Tolong jaga tanah Bali ! Jangan biarkan Bali bergejolak! Dan tanpa mengurangi hak-hak berdemokrasi, tiang juga harapkan ketegasan pihak kampus, apabila ada demo yang memang tidak penting, bahkan cenderung anarkis ya, pihak kampus harus tegas mengambil tindakan, jangan sampai ada pembiaran.

Di samping itu sanksi adat juga harus diterapkan kepada siapapun yang membuat kerusuhan di wilayah adat tersebut.”pinta penekun spiritual ini mengakhiri pencakapan via handphone. (Red/Aj)

Penulis : Bratayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *